“Bapak...Ibu,
saya minta saran memilih sekolah untuk anak saya. Ada sekolah A yang unggul di
abc. Sedangkan sekolah B, unggul di def. Gimana ya bu ? Mestinya saya pilih
yang mana ?”
Pertanyaan
ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para orangtua. Keinginan
mereka untuk memberikan yang terbaik untuk putra putri mereka, mendorong mereka
untuk menyeleksi sekolah yang akan dimasuki oleh anak-anak.
Biasanya,
ada beberapa fokus perhatian yang dijadikan standar sekolah bagus oleh para
orangtua dan yang ajaibnya standar ini dari tahun ke tahun berubah mengikuti
perkembangan jaman. 15 tahun yang lalu standar yang digunakan adalah sekolah
tersebut haruslah sekolah disiplin (bahkan yang paling sering menghukum
siswanya), yang banyak memberikan PR, yang sering memberikan ulangan, sekolah
yang mampu meluluskan siswa yang mendapatkan nilai UJIAN NASIONAL tertinggi atau
memenangkan lomba-lomba. 5 tahun berlalu, standarnya kembali berubah, sekolah
yang memiliki fasilitas lengkap seperti laboratorium komputer, elektro, fisika,
biologi dll merupakan sekolah yang dianggap baik. Ditambah lagi sekolah yang
menyeimbangkan IQ dan EQ dianggap sekolah yang bonafit. Era sekarang, standar
itu berubah kembali, saat ini sekolah yang bilingual, berkurikulum
international atau nasional plus yang dianggap bagus. Sebenarnya, syarat apa
sih yang sebaiknya dipenuhi untuk mengatakan sebuah sekolah adalah sekolah yang
bagus ?