Tampilkan postingan dengan label LDII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LDII. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

LDII Ciptakan Generasi yang Profesional Religius

136091099239947300
Lembaga Dakwah Islam Indonesia disingkat LDII adalah salah satu ormas islam terbesar di Indonesia. Organisasi yang legal dan sah dimata hukum ini telah ada di 34 provinsi. Tak terkecual seluruh kabupaten/kota. Hingga kecamatan dan kelurahan.
LDII sebagai organisasi keislaman terus berupaya membantu pemerintah membangun masyarakat. Khususnya dari segi mental spiritual. LDII aktif membina kualitas keberagamaan masyarakat Indonesia. Baik kualitas agama pribadi maupun sosial.
Sebagai bukti LDII terus membina masyarakat ialah dengan banyaknya kegiatan positif yang dilakukan. Mulai dari kegiatan tingkat Pusat, DPW, DPD, PC hingga PAC.
Kegiatan pusat antara lain pembinaan anak muda di pondok pesantren. Sudah banyak ponpes yang dikelola swadaya oleh LDII. Salah satu yang terkenal ialah Ponpes Wali Barokah yang berlokasi di Kediri, Jawa Timur.
Disetiap propinsi, LDII pun memiliki minimal 1 atau 2 pondok pesantren mini. Pondok pesantren LDII lainnya diantaranya Pondok Pesantren Al Manshurin Metro Lampung; Pondok Pesantren Millenium Alfina; Pondok Pesantren "Nurul Hakim", Kaliawen Barat, Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur; Pondok Pesantren Al Barokah Sidoarjo; Pondok Pesantren Gading Mangu Perak Jombang; Pondok Pesantren Budi Luhur Sragen; Pondok Pesantren Nurul Azizah Balongjeruk Kediri; Pondok Pesantren Mulya Abadi Mulungan Yogyakarta; Pondok Pesantren LDII Blawe; Pondok Pesantren An Nur Sragen Jawa Tengah; Pondok Pesantren Budi Utomo Surakarta;Pondok Pesantren Baitul Makmur Wonosalam; Pondok Pesantren Sabilurrosyidin Surabaya; Pondok Pesantren Sumber Barokah Karawang; Pondok Pesantren Bairuha Balikpapan Kalimantan Timur; Pondok pesantren "Aziziyah" Samarinda; Pondok Pesantren "Nurul Islam" Samarinda; Pondok Pesantren "Al Hidayah" Lok Tabat Selatan Banjarbaru dan masih banyak lagi.

Tak ketinggalan pelaksanaan perkemahan Camping Cinta Alam Indonesia (CAI). Yang setiap tahunnya berlangsung di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Jombang, Jawa Timur. Setiap tahun kegiatan CAI selalu dinanti-nantikan. Peserta camping itu sendiri bukan hanya dari seluruh Indonesia. Bahkan, pemuda dari mancanegara juga ada.
Untuk tingkat DPD kabupaten/kota ada pengurus PPG (penggerak pembina generus) yang selalu memantau kegiatan pengajian generus yang ada di PC maupun PAC. Ditingkat DPD pengajian dilaksanakan sebulah sekali. Untuk kegiatan tingkat PC minimal sebulan sekali diadakan pengajian. Untuk tingkat PAC paling tidak ada 2 kali pengajian.
Adapun materi yang diberikan baik di tingkat Pusat, DPW, DPD, PC, PAC adalah pengkajian Quran yang meliputi bacaan, makna dan keterangan. Ditambah pengkajian Al-hadis. Belum lagi pencak silat, camping Cinta Alam Indonesia (CAI), senam barokah, sepak bola, pramuka dll.
Adanya LDII giat membina umat adalah untuk menciptakan generasi yang Qurani. Diharapkan generasi muda LDII memiliki 3 hal. Pertama, memiliki kepahaman agama yang kuat. Kedua, memiliki akhlakul karimah. Ketiga, memiliki kemandirian. Tujuan akhirnya diharapkan generasi Indonesia menjadi generasi yang profesional dan religius. Profesional dalam bidangnya. Artinya memiliki kecakapan yang lebih dalam bidang yang digeluti. Ditambah lagi religius. Yakni bersifat keagamaan. Bisa membawa nilai-nilai kebaikan yang ada di dalam agama dalam kehidupan sehari-hari.
Diharapkan dengan giatnya LDII mengadakan pembinaan, maka generasi Indonesia akan menjadi generasi yang profesional dan religius. Nantinya bisa membawa angin perubahan kearah yang maju bagi bangsa ini.
Makassar, Jumat 15 Februari 2013
sumber : http://www.kompasiana.com/354313354/ldii-ciptakan-generasi-yang-profesional-religius_5520e23b813311157719f873

Pendiri LDII Lulusan Pesantren Jamsaren

Ponpes tertua Jamsaren Kampusnya Para Pejuang, Pendiri LDII Lulusan Pesantren Jamsaren

Ponpes tertua Jamsaren melahirkan Tokoh Pendiri LDII
Tokoh Pendiri LDII lulusan Ponpes Jamsaren
Solo – Dari sejumlah pesantren kuno di tanah air, jangan lewatkan untuk memberikan catatan khusus kepada Pondok Pesantren Jamsaren di Solo. Pondok ini tercatat sebagai pesantren tertua di Indonesia yang hingga kini masih ada. Sejumlah pejuang besar dari berbagai bidang telah dilahirkannya. Beberapa bangunan di dalam kompleks pesantren masih dipertahankan keasliannya.
Pesantren Jamsaren telah mencatatkan diri sebagai salah satu pesantren kuno yang matang digembleng oleh asam garam zaman. Berbagai peristiwa telah mengharu biru pesantren tersebut.
Ponpes Jamsaren dirikan pada sekitar tahun 1750 oleh Kiai Jamsari, asal Banyumas. Dia khusus diundang oleh raja Keraton Surakarta saat itu, Susuhunan Paku Buwono IV, untuk bermukim di Solo dan mengajar ilmu agama kepada para bangsawan keraton, pejabat kerajaan, maupun untuk kalangan umum.
Kiai Jamsari kemudian menetap di sebuah kampung kecil sekitar 3 km barat daya keraton. Di tempat itulah dia mendirikan kediaman pribadi dan sebuah masjid. Banyak yang mulai berdatangan untuk berguru kepada sang kiai, tak sedikit pula yang kemudian bermukim di rumah kiai. Kawasan itu kemudian terkenal dengan nama Kampung Jamsaren, yang artinya kampung tempat tinggal Kiai Jamsari. Sekarang berada di Jalan Veteran No 263, Serengan, Solo.
Setelah Kiai Jamsari wafat, estafet kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh Kiai Jamsari II, anak kandungnya. Masa pengasuhan Kiai Jamsari II bersamaan dengan pergolakan besar di tanah Jawa akibat pemberontakan Diponegoro, seorang pangeran dari Keraton Yogyakarta. Pemberontakan ini terus meluas di Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga pergolakan itu terkenal dengan sebutan Perang Jawa (1825-1830).
Meskipun tidak ada dukungan secara resmi dari pihak keraton, namun sejumlah kerabat sang pangeran dari Keraton Yogyakarta turut membantu perjuangan Diponegoro. Sedangkan Keraton Surakarta di bawah Susuhunan Paku Buwono VI secara resmi memberikan dukungan dana dan pasukan.
Sedangkan kekuatan paling menentukan pada perjuangan Diponegoro adalah dukungan massif para kiai di berbagai daerah. Mereka yang memberikan perlindungan dan bantuan bala pasukan di berbagai daerah medan pertempuran. Salah satu pendukung utama Diponegoro dari kalangan ulama adalah Kiai Jamsari II dari Solo, selain nama-nama ulama terkenal lain seperti Kiai Mojo (Solo), Kiai Yahudo (Magelang), Kiai Imam Rozi (Klaten) dan lain-lainnya.
Setelah perang Diponegoro berhasil dipadamkan, Belanda melakukan penangkapan dan pengasingan terhadap para tokoh pemberontakan. Diponegoro diasingkan ke Sulawesi Selatan, Paku Buwono VI diasingkan ke Ambon, Sentot Prawirodirjo diasingkan ke Sumatera Selatan, Kiai Mojo dan sejumlah kiai lainnya yang tertangkap diasingkan ke Tondano, Sulawesi Utara.
Banyak kiai yang diburu dan ditangkapi. Banyak pula pesantren yang dibumihanguskan karena tuduhan menyembunyikan ekstrimis, sebutan untuk para pendukung Diponegoro. Dalam kondisi itulah Kiai Jamsari II beserta keluarga dan seluruh santrinya memutuskan untuk meninggalkan pesantren, tanpa diketahui secara pasti dimana tempat mereka bermukim setelahnya. Bahkan hingga saat ini tidak diketahui pasti dimana makam Kiai Jamsari II.
“Pada masa itu banyak kiai yang memilih melakukan ‘uzlah, yaitu menyepi atau menjauh dari keramaian duniawi. Pertimbangan ‘uzlah itu bisa saja untuk fokus pada kaderisasi dan pembinaan umat. Bisa juga karena pertimbangan kemaslahatan yang lebih besar. Sepertinya yang dilakukan Kiai Jamsari II adalah karena pertimbangan yang terakhir,” ujar cendekiawan muslim, KH M Dian Nafi’.
Kompleks dan bangunan pesantren itu kemudian kosong dan terbengkalai hampir selama 50 tahun, hingga akhirnya seorang ulama dari Klaten yang mengurusnya. Ulama itu adalah Kiai Idris, salah seorang keturunan dari Kiai Imam Rozi yang merupakan sahabat akrab Kiai Jamsari II.
Sejak tahun 1878, Kiai Idris kembali membangun dan mengembangkan Pesantren Jamsaren. Di masa pengasuhan Kiai Idris pula, Jamsaren menjadi salah satu rujukan pesantren di tanah air. Ribuan santri dari berbagai penjuru Asia Tenggara datang berguru kepada kiai yang dikenal sangat ‘alim dan juga seorang mursyid Thariqah Sadziliyah tersebut.
Di antara nama-nama besar yang pernah nyantri Kiai Idris adalah Kiai Mansyur (pendiri Ponpes Al-Mansyur Klaten), Kiai Dimyati (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), Syeich Ahmad al-Hadi (tokoh Islam kenamaan di Bali), Kiai Arwani Amin (Kudus), Kiai Abdul Hadi Zahid (pengasuh Ponpes Langitan, Tuban).
Sepeninggal Kiai Idris pada tahun 1923, nama besar Jamsaren masih menjadi rujukan bagi para orangtua untuk mengirim anaknya nyantri. Tokoh sentral yang terakhir memimpin pesantren ini adalah KH Ali Darokah yang wafat tahun 1997. Selanjutnya, Jamsaren dipimpin oleh sebuah dewan sesepuh di bawah payung Yayasan Jamsaren. Sedangkan pelaksana keputusan dilaksanakan oleh pengurus yang dipimpin seorang direktur.
Sedangkan tokoh-tokoh pejuang di berbagai bidang yang pernah menuntut ilmu di Jamsaren pada generasi setelah Kiai Idris diantaranya adalah Munawir Sadzali (mantan Menteri Agama), Amien Rais, KH Zarkasyi (pendiri Ponpes Gontor Ponorogo), KH Nur Hasan Al Ubaidah (pendiri dan pimpinan LDII) serta sejumlah nama lainnya.
Kalau berkesempatan untuk berkunjung ke pesantren kuno seluas 3.400 meter persegi tersebut, jangan lewatkan memasuki masjid kuno yang berada paling depan areal pesantren. Seluruh soko guru masjid dan kayu kerangka utama bangunan masih dipertahankan keasliannya seperti ketika dibangun oleh Kiai Jamsari dan dirawat dengan baik oleh pengelola pesantren
Dua bangunan lain yang masih dipertahankan keasliannya adalah rumah kediaman atau ndalem kiai yang saat ini dihuni oleh Nyai Siti Aminah Ali Darokah dan bangunan rumah di depannya yang kini dimanfaatkan sebagai gedung raudatul athfal (RA) atau taman kanak-kanak.
“Pada bangunan tersebut yang asli sejak didirikan adalah kayu-kayu penyangga utama bangunannya. Sedangkan dinding tembok adalah renovasi dari jaman ke jaman. Bangunan masjid juga telah ditinggikan. Sedangkan dinding dalam bangunan kediaman kiai juga masih kami pertahankan,” ujar Suntoro, Kepala Kesekretariatan Ponpes Jamsaren.(Muchus Budi R)
Sumber:  ramadan.detik.com

Kamis, 29 Mei 2014

INFO CAI PERMATA XXXV TAHUN 2014

Sedikit info sekitar PERMATA CAI XXXV Tahun 2014, akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Kosambiwojo Wonosalam Jombang, mulai hari Senin 23 Juni 2014 sd 26 Juni 2014 yang Insya Alloh akan dibuka oleh Bapak Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko dengan didampingi segenap tamu kehormatan.
PERMATA CAI bermula dari sebuah ide untuk kegiatan para generasi muda mengisi acara liburan agar terarah tidak terpenengaruh hingar bingarnya dunia. Ide ini digagas oleh Mas Naryo ( H. Dicky Sunaryo), Mas Pras ( H. Prasetyo Sunaryo ) dan Mas Kemal ( Ir. H. Kemal Taruc ), di saat waktu malam hari di sela - sela Mubes Lemkari Tahun 1978.
Sebagai acara awal dilakukan camping bersama 10 pemuda di Mega Mendung tahun 1979 di antara puluhan permahan pemuda - pemudi yang lain. Setelah perkemahan selesai, ternyata di tenda yang lain banyak ditemukan kondom yang berserakan, dari situlah muncul ide adanya perkemahan bagi para pemuda yang harus diarahkan secara terprogram, terpadu dan berkesinambungan, sehingga muncul perkemahan CAI Persada ( Cinta Alama Indonesia  - Perkemahan bersama antar pemuda ), CAI Permata ( Cinta Alam Indonesia- Perkemahan Akhir Tahun Ajaran ).
CAI pertama kali dilaksanakan di Cikole Tahun 1980 secara sederhana dengan diikuti puluhan pemuda yang gemar bertualang di alam terbuka sambil berdiskusi tentang masa depan.( bersambung ).

Jumat, 23 Mei 2014

PENDAFTARAN ONLINE SMA BUDI UTOMO 2014 / 2015




Memperhatikan visi SMA Budi Utomo yakni ; Mewujudkan sekolah unggul menghasilkan SDM yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur, berprestasi, berdaya saing, berbudaya dan berwawasan lingkungan, serta usulan dari sebagian orang tua siswa, agar para putra-putrinya dapat menjadi Generasi muda profesional religius yang memiliki ketaqwaan yang tinggi /menjadi mubaligh – mubalighoh ( Spiritual Quotient ), memiliki daya juang , akhlakul karimah, tobiat luhur, mampu bekerja sama ( Emotional Quotient ), menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ( Inteligence Quotient ) , berkepribadian sukses ( Personal Quotient )  maka SMA Budi Utomo, Tahun Pelajaran 2014/3015 kembali MENERIMA PESERTA DIDIK BARU SECARA ONLINE, SILAKAN KLIK DI SINI , meliputi:
  • KELAS UMUM :

  • Pendaftaran offline dilayani 23 - 26 Juni 2014, ditutup 26 Juni 2014 jam 12.00, 

  • Pengumuman  26 Juni 2014,  jam 14.00

  • Daftar Ulang,   27 - 28 Juni 2014 s/d jam 17.00

  • KELAS KHUSUS.

  • Pendaftaran dilayani 23 - 25 Juni 2014,

  • Pengumuman 26 Juni 2014,   jam 12.00, bagi yang belum lolos seleksi, bisa langsung diterima di kelas umum.

  • Daftar Ulang,  27 - 28 Juni 2014 s/d jam 17.00

  • Secara garis besar, ketentuan Program Kelas X Kelas Umum sebagai berikut :



    halaman 2

    Secara garis besar, ketentuan Program Kelas X Kelas Khusus sebagai berikut :





    ( Untuk memperbesar atau mengambil brosur silakan klik pada gambar )

    Untuk pendaftaran online bisa melalui www.sma.ypbugama.org, bagi pendaftar online , berkas bisa dibawa saat masuk pertama ( kelas Reguler ) dan saat tes seleksi ( bagi kelas Khusus ) . 
    Berkas yang harus dikirim via email ppdbsmabu2014@gmail.com (hanya melalui email ini yang kami verifikasi) adalah :
    1.  Formulir dan Surat Pernyatan Siswa , Surat Pernyataan           orang tua yang sudah ditempel meterai dan ditandatangani     lengkap
    2. Scan KTP Orang Tua
    3. Scan KK 
    4. Scan Surat Keterangan Lulus/Ikut UAN
         (Ijazah & SKHUN SMP Bagi yang sudah ada)
    5. Scan Slip Setoran Pembayaran/Bukti Transfer  Pendaftaran.

    Pembayaran hanya melalui Rekening Sekolah 3654.01.002244.53.3 BRI Unit Perak a.n. Anton Abd. Rahman,S.Pd. 
    *) Cek Balasan dari ppdbsmabu2014@gmail.com di Email anda untuk melihat validasi dan nomor pendaftaran

    Download : Formulir PPDBSurat Pernyataan SiswaSurat Pernyataan Siswa Kelas Khusus


    Cara Download Formulir via Ziddu.com

    *jang beri tanda centang pada kolom bawah*


    -----------------------------
    Keterangan lebih lengkap tentang Kelas khusus bisa menghubungi 

    1. Kepala Sekolah

        Drs. H. Bambang Wahyudi. M.Si : 081330330354

    2. Keuangan

        Anton Abd. Rahmad, S.Pd. : 085331310354

    3. Ketua Panitia

        H. Ngadimin, S.Sos : 081259021699

    4. Koord. Kelas Khusus

        M. Abdulloh, S.Pd : 08125998115

    5. Koord. Kelas Reguler

        Umarosid, Amd : 085755287924

    6. Admin PPDB

        Ruruh Prasetyawan, S.Pd : 085233843887

    7. Humas

        WR. Anis Prabowo, S.Pd : 081359530072



    Kamis, 06 Maret 2014

    THE POWER OF SUWUK

    THE POWER OF SUWUK

    Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh....

    Setelah membaca tulisan Dr.Ratna Megawangimengenai “Efek dahsyat pikiran dan kata terhadap anak" di majalah Inspired Kids edisi Maret 2007, saya jadi teringat dengan buku “The Secret Life of Water” yang ditulis oleh Prof DR Masaru Emoto

    Tulisan Dr Ratna mengacu pada buku “The Message from Water” yang ditulis oleh Prof DR Masaru Emoto. Meskipun tulisan Dr Ratna hanya satu halaman, namun cukup komprehensip dan bermanfaat bagi keluarga muda untuk dijadikan salah satu pedoman dalam mendidik anak. Tulisan tersebut juga membuka ingatan saya tentang “Suwuk”.

    Senin, 10 Februari 2014

    Remaja Berbisnis, Kenapa Tidak?

    kids

    WIRAUSAHA bukan hanya pengetahuan yang bisa dituntut oleh mereka yang sudah dewasa, tetapi bisa juga diajarkan kepada remaja agar menjadi bagian dunianya sejak dini. Bedanya, pengetahuan bisnis yang dituntut oleh orang dewasa salah satunya sebagai alasan memperbaiki ekonomi dan menghasilkan uang secara langsung. Sedangkan untuk remaja lebih pada pembelajaran dan membentuk kepribadiannya dari modul pembelajaran yang diajarkan oleh guru dan orang tua.
    Mengapa pengetahuan bisnis dan wirausaha menjadi penting diajarkan sejak dini? Jawabannya tidak lain agar menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk bekal masa depannya kelak. Menumbuhkan jiwa wirausahawan sejak dini membuat tumbuhnya pribadi kreatif dan kaya akan inovasi dalam menghadapi rintangan dan tantangan hidup.

    Senin, 03 Februari 2014

    PD Muhammadiyah Surabaya Keliling Ponpes LDII di Jawa Timur

    Sesi foto bersama pengurus DPD LDII kota Surabaya dengan PD Muhammadiyah kota Surabaya di depan kantor DPD LDII kota Surabaya
    Sesi foto bersama pengurus DPD LDII kota Surabaya dengan PD Muhammadiyah kota Surabaya di depan kantor DPD LDII kota Surabaya
    Hari Rabu (11/12/13) merupakan moment penting bagi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kota Surabaya, pasalnya pengurus DPD LDII kota Surabaya kehadiran tamu kehormatan dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah kota Surabaya.  Silaturrahim ini merupakan tidak lanjut dari pengurus DPD LDII kota Surabaya yang sebelumnya berkunjung ke kantor PD Muhammadiyah kota Surabaya. Selain itu, PD Muhammadiyah kota Surabaya akan mengunjungi beberapa pondok pesantren LDII yang berada di Jawa Timur, diantaranya Pondok pesantren Wali Barokah Kediri, Bumi Perkemahan Wonosalam jombang dan Pondok pesantren Gading Mangu Jombang.

    Selasa, 21 Januari 2014

    Mendapat Rezeki Karena Giat Membantu Para Pencari Ilmu

    Mendapat Rezeki Karena Giat Membantu Para Pencari Ilmu

    Adalah suatu keutamaan jika setiap muslim bisa membantu para santri atau para penuntut ilmu agama agar mereka mudah untuk konsentrasi dalam belajar sehingga terus bisa menjaga agama ini. Bahkan orang yang lancar mendapatkan rezeki bisa jadi karena banyak membantu untuk membiayai orang-orang yang berjuang di jalan Allah.
    Keutamaannya tersebut disebutkan oleh Imam Nawawi ketika membahas masalah tawakkal dan yakin dalam kitab Riyadhus Sholihin. Beliau membawakan hadits berikut ini,
    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَالآخَرُ يَحْتَرِفُ فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

    Manfaatkanlah 5 Perkara Sebelum Menyesal

    Manfaatkanlah 5 Perkara Sebelum Menyesal



    Manfaatkanlah 5 perkara sebelum 5 perkara. Jika di masa muda, sehat, kaya, waktu senggang sulit untuk beramal, maka jangan harap selain waktu tersebut bisa semangat. Ditambah lagi jika benar-benar telah datang kematian, bisa jadi yang ada hanyalah penyesalan dan tangisan.
    Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,

    اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ

    Sabtu, 11 Januari 2014

    Kisah Ya’juj dan Ma’juj / Gog dan Magog

    Ya’juj dan Ma’juj, atau dalam agama Kristen dikenal sebagai Gog dan Magog, adalah dua suku yang tetutup Radma, demikian istilah dalam Al-Quran. Radma adalah dinding kuat yang terbuat dari campuran besi dan timah. Dinding itu dibuat oleh Raja Dzul-Qornain atas petunjuk pendampingnya, Nabi Khadhir AS.

    Ibu Terbaik Sepanjang Massa versi Alquran dan Alhadits

    Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Begitu pepatah bilang. Kasih ibu memang tak terbantahkan. Peran wanita sebagai istri, terbukti memberi efek luar biasa kepada suami. Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Khadijah, karena mendukung total kenabian Nabi Muhammad, baik dengan jiwa dan harta benda.
    Tokoh-tokoh nasional seperti Kihajar Dewantara, Dr Soetomo, dll memiliki para istri yang cakap mengurus keuangan keluarga, bahkan menjadi manajer usaha keluarga, agar idealisme para suaminya untuk perjuangan bisa terus berjalan. Berikut para ibu yang hebat versi Alquran dan Alhadits.

    7 Ayah Terkeren dalam Al Quran


    father-son-stormtrooper-www.wired.com
    Umumnya dari kita mengetahui bahwa pada tanggal 22 Desember merupakan Hari Ibu. Banyak orang melakukan berbagai cara untuk menghormati jasa wanita yang melahirkan mereka. Tahukah Anda kapan Hari Ayah? Hari Ayah di Indonesia dirayakan pada 12 November setiap tahunnya.
    Untuk memperingati jasa-jasa ayah, inilah deretan ayah terkeren dalam Islam. Semoga para warga LDII bisa mengambil pelajaran dari mereka.

    Demi menuntut ilmu Harjono Mengayuh Sepeda Ontel dari Klaten - Kediri

    Harjono ( kanan ) Asrama
    Ibnu Majah 3 dengan
    bersepeda othel
    dari Klaten - Kediri 
     “Carilah ilmu meskipun harus ke negeri Cina” Menuntut ilmu agama merupakan bagian dari ibadah, dimana setiap muslim diperintahkan untuk mempelajarinya, masing-masing sesuai kemampuan yang Allah berikan padanya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  “Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim”.
    KEDIRI - Seorang bapak mengayuh sepeda ontel kurang lebih sejauh 200 Km dari Klaten menuju Kediri demi menuntut ilmu mengikuti asrama Ibnu Majah jilid 3 di Pondok Wali Brokah,Kediri. 

    Kamis, 09 Januari 2014

    SIFAT YANG HARUS DIMILIKI SEORANG DAI'

    Sifat-sifat seorang Da’i
    a.      Iman dan taqwa kepada Allah
    Syarat kepribadian seorang da’I yang terpenting adalah iman dan taqwa kepada Allah. Oleh karena ia di dalam membawa missi dakwahnya diharuskan terlebih dahulu dirinya sendiri dapat memerangi hawa nafsunya, sehingga diri pribadi ini lebih taat kpada Allah dan Rasulnya dibandingkan dengan sasaran dakwahnya. Kalau tidak laksana lampu yang menerangi (memberi penerangan) kepada seluruh manusia, padahal ia sendiri terbakar oleh api. Sifat ini diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 44:
    * tbrâßDù's?r& }¨$¨Y9$# ÎhŽÉ9ø9$$Î/ tböq|¡Ys?ur öNä3|¡àÿRr& öNçFRr&ur tbqè=÷Gs? |=»tGÅ3ø9$# 4 xsùr&t Ÿbqè=É)÷ès? ÇÍÍÈ  
    Artinya: “mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?:

    Jumat, 27 Desember 2013

    Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak

    1.    Mengutamakan Pendidikan Agama
    Ayah-bunda yang saya muliakan, utamakanlah pendidikan agama untuk anak-anak kita. Bukan berarti mengesampingkan ilmu dunia, namun yang perlu kita ingat kembali ilmu apa yang seharusnya jadi prioritas untuk kita ajarkan dan dimiliki oleh anak. Sebagaimana diriwayatkan dalam Al-Hadits, Rasulullah SAW bersabda :
    الْعِلْمُ ثَلاَثَةٌ وَمَا سِوَى ذٰلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ آيَةٌ مُحْكَمَةٌ أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ أَوْ فَرِيْضَةٌ عَادِلَةٌ (رواه أبو داود في كتاب الفرائض )
    Ilmu (yang wajib dicari) ada tiga, selainnya adalah kefadlolan (tambahan) yaitu: ayat yang dijadikan hukum (Al-Qur`an), sunnah yang tegak (Al-Hadits) dan ilmu pembagian waris yang adil.
    Oleh karena itu, Ayah-bunda yang bijaksana, jangan sampai anak-anak kita pandai dalam ilmu duniawi namun lemah dalam ilmu akhirat. Terlebih Allah SWT tidak menyukainya, sebagaimana Sabda Rasulullaah SAW :
    إِنَّ اللهَ تَعاَلىَ يُبْغِضُ كُلَّ عاَلِمٍ باِلدُّنْياَ جاَهِلٍ باِلآخِرَةِ (رواه الحاكم في تاريخه والديلمي صحيح)
    Sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur murka pada tiap-tiap orang yang pandai ilmu dunia yang bodoh dalam ilmu akhirat
    Adapun dalam mengutamakan pendidikan agama, yang harus dilakukan orang tua kepada anaknya, antara lain : 

    a.  Memantapkan Akidahnya (Keimanannya)
    Iman kepada Allah, iman kepada Malaikat-malaikat Allah, Kitab-kitab Allah, Rasul-rasul Allah, iman kepada hari akhir, iman kepada qodar baik maupun buruk semua dari Allah, adalah merupakan akidah yang benar sebagai modal dasar bagi anak dalam mengarungi kehidupannya. Tanpa akidah yang kuat, anak tidak akan mampu memagari dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif. Dengan akidah yang kuat, ketahanan keimanan anak juga akan kuat. Oleh karena itu dari sejak kecil orang tua sudah harus mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah dan cinta kepada orang-orang yang shalih, senang dengan kisah-kisah teladan para Nabi, Shahabat Nabi dan Ulama` shalih, serta senang mendatangi majlis ilmu. Orang tua itu ibarat arsitek yang seharusnya memiliki rencana dan strategi ke depan anaknya mau dijadikan seperti apa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
    كُلُّ إِنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَى الْفِطْرَةِ وَأَبَوَاهُ بَعْدُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ فَإِنْ كَانَا مُسْلِمَيْنِ فَمُسْلِمٌ … الحديث (رواه مسلم في كتاب القدر)
    Tiap-tiap manusia dilahirkan oleh ibunya atas fithroh (bersih dari dosa), kemudian setelah itu kedua orang tuanya lah yang menjadikan anak itu yahudi, nashroni atau majusi. Jika kedua orang tuanya islam, maka seharusnya anaknya juga islam
    Tentu semua orang tua inginkan anaknya jadi anak yang sukses, bahagia dunia-akhirat. Mayoritas orang tua menganggap hal terpenting saat ini adalah memikirkan masa depan anak. Anak harus jadi dokter, tentara, polisi, pejabat dan berbagai profesi duniawi lainnya. Hal ini tidak salah, hanya saja seandainya orang tua tahu, dengan dibekali akidah sejak kecil, saat dewasa nanti bukan hanya jadi dokter, melainkan juga jadi dokter yang alim dan berjiwa penyayang; bukan hanya jadi tentara dan polisi, melainkan juga jadi tentara dan polisi yang alim dan berakhlak mulia; bukan hanya jadi pejabat, tapi juga jadi pejabat yang alim, jujur dan amanah. Otomatis jika anak sudah di tanamkan akidah dari kecil, sebagai anak yang shalih dan shalihah akan membalas budi baik dan membahagiakan orang tuanya di dunia sampai akhirat. Terlebih Allah SWT sudah memberi gambaran keutamaan memiliki anak-anak yang shalih dan shalihah. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT :
    وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيـْمَانٍ أَلْـحَقْنَا بِـهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ (سورة الطور 21)
    Dan orang-orang yang beriman dan anak-anaknya mengikuti mereka dengan keimanan, maka Kami akan menyusulkan anak turun mereka kepada derajat mereka di surga. Dan Kami tidak mengurangi pahala anak mereka (orang tua) sedikit pun. Setiap orang digadaikan dengan perbuatannya.
    Dan Sabda Rasulullah SAW :
    أَنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ أَنَّى هٰذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَـارِ وَلَدِكَ لَكَ (رواه ابن ماجه في كتاب الأدب ، قال الشيخ الألباني: حسن)
    Sesungguhnya seorang laki-laki niscaya diangkat derajatnya di surga, maka dia bertanya, ”Bagaimana ini?” Maka dijawab, ”Sebab permohonan ampunan anakmu bagimu.”
    إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم في كتاب الوصية)
    Ketika manusia telah meninggal, maka putuslah semua amalannya kecuali tiga perkara: shadaqah yang mengalir, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya.

    b. Memperbaiki Akhlaknya
    Sebagaimana akidah, pembinaan akhlak juga harus dilakukan sejak masa kanak-kanak. Tentu saja, pembimbing utamanya adalah orang tua. Oleh karena itu orang tua hendaknya menyadari pengaruh keberadaan dan tingkah laku mereka terhadap perkembangan akhlak anak mereka. Ingat! Orang tua adalah yang pertama kali mengajarkan bagaimana anak berbicara dan bersikap. Orang tua adalah yang pertama dicontoh oleh anak dalam berperilaku. Akhlak dari anak bergantung bagaimana orang tua menyiapkan dan menanamkannya. Jangan sampai orang tua hanya menyalahkan lingkungan. Memang lingkungan sangat memengaruhi anak, terutama saat remaja, hanya saja jika dari sejak kecil anak sudah berada di bawah pengawasan dan dapatkan bimbingan dari orang tua, maka saat remaja anak akan lebih mudah diarahkan

    c. Rajinkan Ibadahnya
    Setelah akidah dan akhlak anak kuat, orang tua selanjutnya menekankan pada aspek ibadah. Terlebih dalam hal ibadah ini yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah shalat. Sebagaimana dicontohkan Firman Allah dalam Al-Qur’an ketika Luqman menasehati anaknya tentang shalat :
    يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ(سورة لقمان 17)
    Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk tetapnya perkara.
    Bahkan Rasulullaah SAW sendiri mengingatkan orang tua untuk mengajari anaknya shalat, sebagaimana Sabda Rasulullaah SAW :
    مُرُوا الصَّبِىَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا (رواه أبو داود – حسن صحيح)
    Perintahlah anak kecil untuk (mengerjakan) shalat ketika telah berumur 7 tahun, dan ketika telah berumur 10 tahun maka pukullah dia karena meninggalkan shalat.

    Selain mengajarkan dan memperhatikan ibadah shalat dan ibadah wajib lainnya, orang tua hendaknya juga mengajarkan anak untuk mencintai dan menjalani sunnah Rasulullah, menanamkan kecintaan untuk membaca Al-Qur’an, hobi mengaji, senang mendengarkan nasehat, termasuk juga senang bersedekah dan membantu orang lain. Sekali lagi, orang tua juga harus memberikan contoh dan disiplinkan ibadahnya terlebih dahulu.
    2.    Tidak Membiarkan Anak Berkembang Sendirian
    Ayah-bunda yang saya banggakan, saat ini ada orang tua yang salah dalam mempraktekkan ilmu psikologi / parenting skill, dimana banyak buku, banyak pembicara yang mengatakan “biarkan anak kita memilih jalan hidupnya sendiri”. Kalau anak-anak bisa memilih jalan hidupnya sendiri apa bedanya kita dengan binatang? Justru anak manusia diberikan Allah SWT kepada kita, untuk dibimbing dan diarahkan.
    Dalam urusan dunia memang sebaiknya orang tua mengarahkan (bukan membiarkan) anak untuk berkembang sesuai minat bakatnya, orang tua tidak bisa memaksakan kehendak. Contoh: Punya anak laki-laki dari kecil senang otak-atik motor, kemudian orang tuanya mengarahkan ke jurusan otomotif bukan jurusan tata-boga. Sedangkan dalam urusan akhirat tidak bisa ditawar lagi, apapun minat bakat anak, semua berkewajiban untuk ibadah.
    Tidak semua apa yang dijelaskan dalam ilmu psikologi itu selalu tepat, terlebih kita sebagai umat Islam harus pandai menyaring, mana yang bisa kita pergunakan. Orang tua punya kewajiban dalam mendampingi dan mengarahkan anak-anaknya, karena kelak kita sebagi orang tua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, sebagaimana Sabda Rasulullaah SAW :
    ... وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْهُمْ  (رواه مسلم في كتاب الإمارة)
    Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarga dan akan ditanya tentang mereka, begitupula seorang perempuan (istri) adalah pemimpin/penjaga atas rumah suaminya dan anak suaminya  dan dia akan ditanya tentang mereka.
    3.    Membiayai Pendidikan
    Ayah-bunda yang saya sayangi, anak adalah aset bagi orang tua, anak adalah investasi berharga bagi orang tua. Oleh karena itu agar anak-anak kita bisa berhasil dunia-akhiratnya dibutuhkan dukungan biaya. Yang perlu ayah-bunda ketahui, pembiayaan pendidikan disini bukan hanya serta merta pendidikan duniawi saja (sekolah), melainkan dukungan biaya dalam hal pendidikan agama harus lebih diperhatikan. Misalnya saja : membelikan kitab (Al-Qur’an dan Al-Hadits) untuk anaknya, membelikan perlengkapan mengaji, membelikan alat-alat ibadah, termasuk bagi yang diberi kemampuan finansial lebih bisa ikut shodaqoh, membantu peningkatan sarana-prasarana di tempat anaknya mengaji.
    4.    Meluangkan waktu
    Ayah-bunda yang saya cintai, perhatian orang tua kepada anaknya tidaklah hanya serta-merta berupa materi melainkan orang tua bisa luangkan waktunya untuk anak dan keluarganya. Apalah artinya bekerja dari pagi sampai malam, jika pada akhirnya waktu berkumpul bersama anak dan keluarga tidak ada.
    Meluangkan waktu disini tidak harus sehari penuh, 1 jam yang bermanfaat dan berkualitas itu lebih baik daripada berjam-jam yang tidak bermanfaat. Meluangkan waktu disini bisa dimanfaatkan untuk ajari anak mengaji, nasehat, bermusyawarah keluarga, bertanya tentang kegiatan anak sehari-hari, bercengkrama, bermain bersama. Kelak anak akan bersyukur jika memiliki orang tua yang banyak meluangkan waktu untuk bersama dan mendidik anaknya.
    5.    Membangun Komunikasi dengan Guru

    Ayah-Bunda yang budiman, selanjutnya dalam rangka perhatian kita kepada pendidikan anak-anak kita, komunikasi dengan guru sangat dibutuhkan. Sebagai orang tua hendaknya terbuka kepada guru tentang kondisi anaknya, agar guru dapat perlakukan anak sesuai dengan kondisinya. Begitu pula orang tua hendaknya syukuri informasi yang didapatkan dari guru tentang anaknya, apabila guru melaporkan perkembangan yang tidak baik, orang tua hendaknya tidak merasa dijatuhkan, dijelek-jelekkan, justru malah disyukuri terlebih dulu berarti masih ada kesempatan untuk membina dan merubah anaknya menjadi lebih baik. 
    sumber : Psikologi mengaji, Mas Akmaludin Akbar

    Peran Guru / Ustadz dalam Mendidik Siswa / santri

    1.    Menanamkan Kefahaman dan Menjadi Teladan Bagi Murid
    Tujuan dari pendidikan bukan hanya transfer ilmu, membuat murid pandai menghafal, pandai menulis, pandai membaca melainkan juga harus ada perubahan tingkah laku murid menjadi lebih baik. Oleh karena itu di dalam mendidik murid, guru harus benar-benar tanamkan kefahaman pada murid. Jangan menambah materi jika murid belum faham betul dengan yang disampaikan.
    Selain itu dibutuhkan guru yang miliki kepribadian yang luhur dan mulia agar dapat menjadi teladan bagi muridnya. Guru adalah pihak kedua setelah orang tua dan keluarga yang paling banyak berinteraksi dengan murid. Guru sangat berpengaruh dalam perkembangan seorang murid. Terlebih sebagai makhluk sosial seorang murid memiliki kecenderungan untuk mencontoh.
    Oleh karena itu seorang guru tidak boleh menjatuhkan kehormatan pribadinya di depan murid dengan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan kriteria perilaku seorang guru. Perilaku guru dalam mengajar akan memengaruhi motivasi belajar pada murid. Dalam mendidik murid, seorang guru tidak boleh hanya sebatas kata-kata, melainkan harus diaplikasikan dalam bentuk perilaku, tindakan dan contoh-contoh yang baik. Karena sejatinya perilaku itu lebih mudah dan lebih banyak dicontoh daripada hanya sekedar kata-kata. Disamping itu guru yang tidak mengamalkan atas apa yang disampaikan kepada murid hanya akan merendahkan martabat dirinya di hadapan orang yang seharusnya menghormatinya dan juga diancam siksa.
    Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :
    مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى قَوْمٍ تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيْضَ مِنْ نَارٍ قَالَ قُلْتُ مَنْ هَؤُلاَءِ قَالُوْا خُطَبَاءُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا كَانُوْا يَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ وَهُمْ يَتْلُوْنَ الْكِتَابَ أَفَلاَ يَعْقِلُوْنَ (رواه أحمد والبيهقي وابن حبان وابن أبي الدنيا - صحيح)
    Pada malam aku dijalankan (Isra` Mi’raj) aku melewati kaum yang bibir mereka digunting dengan gunting api. Aku (Nabi) bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” Kemudian Jibril menjawab, “(mereka) Orang-orang yang khutbah (nasehat) dari umatmu (Muhammad), memerintahkan pada manusia pada kebaikan dan mereka melupakan pada diri mereka, sedangkan mereka tergolong orang-orang yang diberi kitab, apakah mereka tidak berakal?”

    “Menjadi Pondok Pesantren Yang berkemampuan global dalam dakwah Islam sehingga mendorong Umat Islam dan umat manusia pada umumnya memiliki kehidupan Yang sejahtera berbasis agama, kejujuran, amanah, hemat dan kerja keras, rukun,kompak serta dapat bekerjasama dengan baik”.