Tampilkan postingan dengan label masjid luhur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid luhur. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

LDII Ciptakan Generasi yang Profesional Religius

136091099239947300
Lembaga Dakwah Islam Indonesia disingkat LDII adalah salah satu ormas islam terbesar di Indonesia. Organisasi yang legal dan sah dimata hukum ini telah ada di 34 provinsi. Tak terkecual seluruh kabupaten/kota. Hingga kecamatan dan kelurahan.
LDII sebagai organisasi keislaman terus berupaya membantu pemerintah membangun masyarakat. Khususnya dari segi mental spiritual. LDII aktif membina kualitas keberagamaan masyarakat Indonesia. Baik kualitas agama pribadi maupun sosial.
Sebagai bukti LDII terus membina masyarakat ialah dengan banyaknya kegiatan positif yang dilakukan. Mulai dari kegiatan tingkat Pusat, DPW, DPD, PC hingga PAC.
Kegiatan pusat antara lain pembinaan anak muda di pondok pesantren. Sudah banyak ponpes yang dikelola swadaya oleh LDII. Salah satu yang terkenal ialah Ponpes Wali Barokah yang berlokasi di Kediri, Jawa Timur.
Disetiap propinsi, LDII pun memiliki minimal 1 atau 2 pondok pesantren mini. Pondok pesantren LDII lainnya diantaranya Pondok Pesantren Al Manshurin Metro Lampung; Pondok Pesantren Millenium Alfina; Pondok Pesantren "Nurul Hakim", Kaliawen Barat, Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur; Pondok Pesantren Al Barokah Sidoarjo; Pondok Pesantren Gading Mangu Perak Jombang; Pondok Pesantren Budi Luhur Sragen; Pondok Pesantren Nurul Azizah Balongjeruk Kediri; Pondok Pesantren Mulya Abadi Mulungan Yogyakarta; Pondok Pesantren LDII Blawe; Pondok Pesantren An Nur Sragen Jawa Tengah; Pondok Pesantren Budi Utomo Surakarta;Pondok Pesantren Baitul Makmur Wonosalam; Pondok Pesantren Sabilurrosyidin Surabaya; Pondok Pesantren Sumber Barokah Karawang; Pondok Pesantren Bairuha Balikpapan Kalimantan Timur; Pondok pesantren "Aziziyah" Samarinda; Pondok Pesantren "Nurul Islam" Samarinda; Pondok Pesantren "Al Hidayah" Lok Tabat Selatan Banjarbaru dan masih banyak lagi.

Tak ketinggalan pelaksanaan perkemahan Camping Cinta Alam Indonesia (CAI). Yang setiap tahunnya berlangsung di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Jombang, Jawa Timur. Setiap tahun kegiatan CAI selalu dinanti-nantikan. Peserta camping itu sendiri bukan hanya dari seluruh Indonesia. Bahkan, pemuda dari mancanegara juga ada.
Untuk tingkat DPD kabupaten/kota ada pengurus PPG (penggerak pembina generus) yang selalu memantau kegiatan pengajian generus yang ada di PC maupun PAC. Ditingkat DPD pengajian dilaksanakan sebulah sekali. Untuk kegiatan tingkat PC minimal sebulan sekali diadakan pengajian. Untuk tingkat PAC paling tidak ada 2 kali pengajian.
Adapun materi yang diberikan baik di tingkat Pusat, DPW, DPD, PC, PAC adalah pengkajian Quran yang meliputi bacaan, makna dan keterangan. Ditambah pengkajian Al-hadis. Belum lagi pencak silat, camping Cinta Alam Indonesia (CAI), senam barokah, sepak bola, pramuka dll.
Adanya LDII giat membina umat adalah untuk menciptakan generasi yang Qurani. Diharapkan generasi muda LDII memiliki 3 hal. Pertama, memiliki kepahaman agama yang kuat. Kedua, memiliki akhlakul karimah. Ketiga, memiliki kemandirian. Tujuan akhirnya diharapkan generasi Indonesia menjadi generasi yang profesional dan religius. Profesional dalam bidangnya. Artinya memiliki kecakapan yang lebih dalam bidang yang digeluti. Ditambah lagi religius. Yakni bersifat keagamaan. Bisa membawa nilai-nilai kebaikan yang ada di dalam agama dalam kehidupan sehari-hari.
Diharapkan dengan giatnya LDII mengadakan pembinaan, maka generasi Indonesia akan menjadi generasi yang profesional dan religius. Nantinya bisa membawa angin perubahan kearah yang maju bagi bangsa ini.
Makassar, Jumat 15 Februari 2013
sumber : http://www.kompasiana.com/354313354/ldii-ciptakan-generasi-yang-profesional-religius_5520e23b813311157719f873

Pendiri LDII Lulusan Pesantren Jamsaren

Ponpes tertua Jamsaren Kampusnya Para Pejuang, Pendiri LDII Lulusan Pesantren Jamsaren

Ponpes tertua Jamsaren melahirkan Tokoh Pendiri LDII
Tokoh Pendiri LDII lulusan Ponpes Jamsaren
Solo – Dari sejumlah pesantren kuno di tanah air, jangan lewatkan untuk memberikan catatan khusus kepada Pondok Pesantren Jamsaren di Solo. Pondok ini tercatat sebagai pesantren tertua di Indonesia yang hingga kini masih ada. Sejumlah pejuang besar dari berbagai bidang telah dilahirkannya. Beberapa bangunan di dalam kompleks pesantren masih dipertahankan keasliannya.
Pesantren Jamsaren telah mencatatkan diri sebagai salah satu pesantren kuno yang matang digembleng oleh asam garam zaman. Berbagai peristiwa telah mengharu biru pesantren tersebut.
Ponpes Jamsaren dirikan pada sekitar tahun 1750 oleh Kiai Jamsari, asal Banyumas. Dia khusus diundang oleh raja Keraton Surakarta saat itu, Susuhunan Paku Buwono IV, untuk bermukim di Solo dan mengajar ilmu agama kepada para bangsawan keraton, pejabat kerajaan, maupun untuk kalangan umum.
Kiai Jamsari kemudian menetap di sebuah kampung kecil sekitar 3 km barat daya keraton. Di tempat itulah dia mendirikan kediaman pribadi dan sebuah masjid. Banyak yang mulai berdatangan untuk berguru kepada sang kiai, tak sedikit pula yang kemudian bermukim di rumah kiai. Kawasan itu kemudian terkenal dengan nama Kampung Jamsaren, yang artinya kampung tempat tinggal Kiai Jamsari. Sekarang berada di Jalan Veteran No 263, Serengan, Solo.
Setelah Kiai Jamsari wafat, estafet kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh Kiai Jamsari II, anak kandungnya. Masa pengasuhan Kiai Jamsari II bersamaan dengan pergolakan besar di tanah Jawa akibat pemberontakan Diponegoro, seorang pangeran dari Keraton Yogyakarta. Pemberontakan ini terus meluas di Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga pergolakan itu terkenal dengan sebutan Perang Jawa (1825-1830).
Meskipun tidak ada dukungan secara resmi dari pihak keraton, namun sejumlah kerabat sang pangeran dari Keraton Yogyakarta turut membantu perjuangan Diponegoro. Sedangkan Keraton Surakarta di bawah Susuhunan Paku Buwono VI secara resmi memberikan dukungan dana dan pasukan.
Sedangkan kekuatan paling menentukan pada perjuangan Diponegoro adalah dukungan massif para kiai di berbagai daerah. Mereka yang memberikan perlindungan dan bantuan bala pasukan di berbagai daerah medan pertempuran. Salah satu pendukung utama Diponegoro dari kalangan ulama adalah Kiai Jamsari II dari Solo, selain nama-nama ulama terkenal lain seperti Kiai Mojo (Solo), Kiai Yahudo (Magelang), Kiai Imam Rozi (Klaten) dan lain-lainnya.
Setelah perang Diponegoro berhasil dipadamkan, Belanda melakukan penangkapan dan pengasingan terhadap para tokoh pemberontakan. Diponegoro diasingkan ke Sulawesi Selatan, Paku Buwono VI diasingkan ke Ambon, Sentot Prawirodirjo diasingkan ke Sumatera Selatan, Kiai Mojo dan sejumlah kiai lainnya yang tertangkap diasingkan ke Tondano, Sulawesi Utara.
Banyak kiai yang diburu dan ditangkapi. Banyak pula pesantren yang dibumihanguskan karena tuduhan menyembunyikan ekstrimis, sebutan untuk para pendukung Diponegoro. Dalam kondisi itulah Kiai Jamsari II beserta keluarga dan seluruh santrinya memutuskan untuk meninggalkan pesantren, tanpa diketahui secara pasti dimana tempat mereka bermukim setelahnya. Bahkan hingga saat ini tidak diketahui pasti dimana makam Kiai Jamsari II.
“Pada masa itu banyak kiai yang memilih melakukan ‘uzlah, yaitu menyepi atau menjauh dari keramaian duniawi. Pertimbangan ‘uzlah itu bisa saja untuk fokus pada kaderisasi dan pembinaan umat. Bisa juga karena pertimbangan kemaslahatan yang lebih besar. Sepertinya yang dilakukan Kiai Jamsari II adalah karena pertimbangan yang terakhir,” ujar cendekiawan muslim, KH M Dian Nafi’.
Kompleks dan bangunan pesantren itu kemudian kosong dan terbengkalai hampir selama 50 tahun, hingga akhirnya seorang ulama dari Klaten yang mengurusnya. Ulama itu adalah Kiai Idris, salah seorang keturunan dari Kiai Imam Rozi yang merupakan sahabat akrab Kiai Jamsari II.
Sejak tahun 1878, Kiai Idris kembali membangun dan mengembangkan Pesantren Jamsaren. Di masa pengasuhan Kiai Idris pula, Jamsaren menjadi salah satu rujukan pesantren di tanah air. Ribuan santri dari berbagai penjuru Asia Tenggara datang berguru kepada kiai yang dikenal sangat ‘alim dan juga seorang mursyid Thariqah Sadziliyah tersebut.
Di antara nama-nama besar yang pernah nyantri Kiai Idris adalah Kiai Mansyur (pendiri Ponpes Al-Mansyur Klaten), Kiai Dimyati (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), Syeich Ahmad al-Hadi (tokoh Islam kenamaan di Bali), Kiai Arwani Amin (Kudus), Kiai Abdul Hadi Zahid (pengasuh Ponpes Langitan, Tuban).
Sepeninggal Kiai Idris pada tahun 1923, nama besar Jamsaren masih menjadi rujukan bagi para orangtua untuk mengirim anaknya nyantri. Tokoh sentral yang terakhir memimpin pesantren ini adalah KH Ali Darokah yang wafat tahun 1997. Selanjutnya, Jamsaren dipimpin oleh sebuah dewan sesepuh di bawah payung Yayasan Jamsaren. Sedangkan pelaksana keputusan dilaksanakan oleh pengurus yang dipimpin seorang direktur.
Sedangkan tokoh-tokoh pejuang di berbagai bidang yang pernah menuntut ilmu di Jamsaren pada generasi setelah Kiai Idris diantaranya adalah Munawir Sadzali (mantan Menteri Agama), Amien Rais, KH Zarkasyi (pendiri Ponpes Gontor Ponorogo), KH Nur Hasan Al Ubaidah (pendiri dan pimpinan LDII) serta sejumlah nama lainnya.
Kalau berkesempatan untuk berkunjung ke pesantren kuno seluas 3.400 meter persegi tersebut, jangan lewatkan memasuki masjid kuno yang berada paling depan areal pesantren. Seluruh soko guru masjid dan kayu kerangka utama bangunan masih dipertahankan keasliannya seperti ketika dibangun oleh Kiai Jamsari dan dirawat dengan baik oleh pengelola pesantren
Dua bangunan lain yang masih dipertahankan keasliannya adalah rumah kediaman atau ndalem kiai yang saat ini dihuni oleh Nyai Siti Aminah Ali Darokah dan bangunan rumah di depannya yang kini dimanfaatkan sebagai gedung raudatul athfal (RA) atau taman kanak-kanak.
“Pada bangunan tersebut yang asli sejak didirikan adalah kayu-kayu penyangga utama bangunannya. Sedangkan dinding tembok adalah renovasi dari jaman ke jaman. Bangunan masjid juga telah ditinggikan. Sedangkan dinding dalam bangunan kediaman kiai juga masih kami pertahankan,” ujar Suntoro, Kepala Kesekretariatan Ponpes Jamsaren.(Muchus Budi R)
Sumber:  ramadan.detik.com

Jumat, 23 Mei 2014

PENDAFTARAN ONLINE SMA BUDI UTOMO 2014 / 2015




Memperhatikan visi SMA Budi Utomo yakni ; Mewujudkan sekolah unggul menghasilkan SDM yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur, berprestasi, berdaya saing, berbudaya dan berwawasan lingkungan, serta usulan dari sebagian orang tua siswa, agar para putra-putrinya dapat menjadi Generasi muda profesional religius yang memiliki ketaqwaan yang tinggi /menjadi mubaligh – mubalighoh ( Spiritual Quotient ), memiliki daya juang , akhlakul karimah, tobiat luhur, mampu bekerja sama ( Emotional Quotient ), menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ( Inteligence Quotient ) , berkepribadian sukses ( Personal Quotient )  maka SMA Budi Utomo, Tahun Pelajaran 2014/3015 kembali MENERIMA PESERTA DIDIK BARU SECARA ONLINE, SILAKAN KLIK DI SINI , meliputi:
  • KELAS UMUM :

  • Pendaftaran offline dilayani 23 - 26 Juni 2014, ditutup 26 Juni 2014 jam 12.00, 

  • Pengumuman  26 Juni 2014,  jam 14.00

  • Daftar Ulang,   27 - 28 Juni 2014 s/d jam 17.00

  • KELAS KHUSUS.

  • Pendaftaran dilayani 23 - 25 Juni 2014,

  • Pengumuman 26 Juni 2014,   jam 12.00, bagi yang belum lolos seleksi, bisa langsung diterima di kelas umum.

  • Daftar Ulang,  27 - 28 Juni 2014 s/d jam 17.00

  • Secara garis besar, ketentuan Program Kelas X Kelas Umum sebagai berikut :



    halaman 2

    Secara garis besar, ketentuan Program Kelas X Kelas Khusus sebagai berikut :





    ( Untuk memperbesar atau mengambil brosur silakan klik pada gambar )

    Untuk pendaftaran online bisa melalui www.sma.ypbugama.org, bagi pendaftar online , berkas bisa dibawa saat masuk pertama ( kelas Reguler ) dan saat tes seleksi ( bagi kelas Khusus ) . 
    Berkas yang harus dikirim via email ppdbsmabu2014@gmail.com (hanya melalui email ini yang kami verifikasi) adalah :
    1.  Formulir dan Surat Pernyatan Siswa , Surat Pernyataan           orang tua yang sudah ditempel meterai dan ditandatangani     lengkap
    2. Scan KTP Orang Tua
    3. Scan KK 
    4. Scan Surat Keterangan Lulus/Ikut UAN
         (Ijazah & SKHUN SMP Bagi yang sudah ada)
    5. Scan Slip Setoran Pembayaran/Bukti Transfer  Pendaftaran.

    Pembayaran hanya melalui Rekening Sekolah 3654.01.002244.53.3 BRI Unit Perak a.n. Anton Abd. Rahman,S.Pd. 
    *) Cek Balasan dari ppdbsmabu2014@gmail.com di Email anda untuk melihat validasi dan nomor pendaftaran

    Download : Formulir PPDB, Surat Pernyataan Siswa, Surat Pernyataan Siswa Kelas Khusus


    Cara Download Formulir via Ziddu.com

    *jang beri tanda centang pada kolom bawah*


    -----------------------------
    Keterangan lebih lengkap tentang Kelas khusus bisa menghubungi 

    1. Kepala Sekolah

        Drs. H. Bambang Wahyudi. M.Si : 081330330354

    2. Keuangan

        Anton Abd. Rahmad, S.Pd. : 085331310354

    3. Ketua Panitia

        H. Ngadimin, S.Sos : 081259021699

    4. Koord. Kelas Khusus

        M. Abdulloh, S.Pd : 08125998115

    5. Koord. Kelas Reguler

        Umarosid, Amd : 085755287924

    6. Admin PPDB

        Ruruh Prasetyawan, S.Pd : 085233843887

    7. Humas

        WR. Anis Prabowo, S.Pd : 081359530072



    Selasa, 11 Februari 2014

    Waktu dan tempat mustajabah

    Waktu-Waktu Do'a Mustajab

    Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempa- tan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapat kan kesuk-sesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan.
    Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.

    Senin, 10 Februari 2014

    Ini 9 Dampak Negatif Minuman Keras. Kok Aneh Masih Bisa Dibilang Legal?

    Ini 9 Dampak Negatif Minuman Keras. Kok Aneh Masih Bisa Dibilang Legal?


    Sahabat Muda Voa Islam,
    Kebijakan SBY yang membela industri minuman beralkohol jelas keputusan yang sesat dunia akherat karena tidak berupaya melindungi warganya dari kerusakan yang di akibatkan minuman keras.
    Ini dia 9 dampak negatif miras, kalo sudah merusak apakah masih bisa disebut legal???

    Rabu, 05 Februari 2014

    PENTINGNYA MENIMBA ILMU AL QURAN - AL HADITS

    BAB ILMU

    1.WAJIBNYA MENCARI ILMU AL QURAN-AL HADITS

    عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِنَّ اللهَ يَبْغَضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ سَخَّابٍ فِى اْلأَسْوَاقِ جِيْفَةٍ بِاللَّيْلِ حِمَارٍ بِالنَّهَارِ, عَالِمٍ بِالدُّنْيَا جَاهِلٍ بِاْلآخِرَةِ
     رواه البيهقى
    Dari Abu Huroiroh berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya Alloh murka pada tiap-tiap orang yang kasar, sombong, lagi banyak ramainya di dalam pasar. (Mereka) yang seperti bangkai di malam hari (tidak pernah sholat malam dan memperbanyak tidur) dan seperti himar di siang hari (ramai2 di siang hari). Pintar masalah duniawi dan bodoh masalah akhirot (Ilmu Quran Hadits)" (HR Baihaqi)

    Selasa, 21 Januari 2014

    5 Hal yang Boleh Tergesa-Gesa

    5 Hal yang Boleh Tergesa-Gesa

    Ada lima hal yang boleh segera atau tergesa-gesa dilakukan padahal asal tergesa-gesa adalah dari setan. Namun karena ini ada kebaikan, maka boleh tergesa-gesa atau meminta segera untuk dilakukan.
    Dalam Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashbahani disebutkan perkataan berikut ini dari Hatim Al Ashom,
    كان يقال العجلة من الشيطان إلا في خمس إطعام الطعام إذا حضر الضيف وتجهيز الميت إذا مات وتزويج البكر إذا أدركت وقضاء الدين إذا وجب والتوبة من الذنب إذا أذنب
    “Ketergesa-gesaan biasa dikatakan dari setan kecuali dalam lima perkara:

    Sabtu, 11 Januari 2014

    Kisah Ya’juj dan Ma’juj / Gog dan Magog

    Ya’juj dan Ma’juj, atau dalam agama Kristen dikenal sebagai Gog dan Magog, adalah dua suku yang tetutup Radma, demikian istilah dalam Al-Quran. Radma adalah dinding kuat yang terbuat dari campuran besi dan timah. Dinding itu dibuat oleh Raja Dzul-Qornain atas petunjuk pendampingnya, Nabi Khadhir AS.

    Kamis, 09 Januari 2014

    SIFAT YANG HARUS DIMILIKI SEORANG DAI'

    Sifat-sifat seorang Da’i
    a.      Iman dan taqwa kepada Allah
    Syarat kepribadian seorang da’I yang terpenting adalah iman dan taqwa kepada Allah. Oleh karena ia di dalam membawa missi dakwahnya diharuskan terlebih dahulu dirinya sendiri dapat memerangi hawa nafsunya, sehingga diri pribadi ini lebih taat kpada Allah dan Rasulnya dibandingkan dengan sasaran dakwahnya. Kalau tidak laksana lampu yang menerangi (memberi penerangan) kepada seluruh manusia, padahal ia sendiri terbakar oleh api. Sifat ini diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 44:
    * tbrâßDù's?r& }¨$¨Y9$# ÎhŽÉ9ø9$$Î/ tböq|¡Ys?ur öNä3|¡àÿRr& öNçFRr&ur tbqè=÷Gs? |=»tGÅ3ø9$# 4 xsùr&t Ÿbqè=É)÷ès? ÇÍÍÈ  
    Artinya: “mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?:

    Jumat, 03 Januari 2014

    Upaya dalam mencari ilmu dan kefahaman

    Upaya dalam mencari ilmu dan kefahaman
    Firman Allah SWT:
    أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَ يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ اْلأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (سورة الحديد:16)
    Artinya: Adakah belum datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyu’ (tunduk) hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang diberi Al-kitab sebelumnya (taurat, injil), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasiq.

    Kesempatan bagi para pemuda untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya masih sangat luas. Banyak ulama’ shalihin yang mengajarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits secara manqul musnad muttashil masih berada di tengah-tengah kita. Dan mereka siap untuk menyampaikan ilmu tersebut, hendaknya kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga para pemuda menjadi orang yang ‘alim dan faqih.

    Para pemuda sebagai generasi penerus perlu bertanya kepada dirinya sendiri; seberapa banyakkah Al-Qur`an dan Al-Hadits yang sudah dikaji? Sebagai generus yang bertanggung jawab tentu akan berupaya untuk sungguh-sungguh mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. Syukur-syukur bisa mengkhatamkan Al-Qur`an (bacaan, makna, keterangan) ditambah dengan qiro`ah sab’ahnya dan Hadits Kutubussittah. Khatam yang bukan sekedar khatam, namun benar-benar dapat memahami ilmu secara mendalam. Sehingga juga berhasil menjadi orang yang alim dan faqih sebagaimana para pendahulunya dan pada saatnya nanti bisa melanjutkan perjuangan agama Allah yang haq ini.

    Seorang yang alim dalam  Al-Qur`an dan Al-Hadits memiliki kemampuan:
    1-   Membaca  Al-Qur`an dan Al-Hadits dengan fasih dan benar
    2-   Mengerti makna dan keterangan  Al-Qur`an dan Al-Hadits
    3-   Memahami ayat-ayat  Al-Qur`an dan  Al-Hadits, sehingga dapat mengistinbathkan (mengeluarkan) hukum dan dapat menempatkan pada tempatnya serta memahami pengertian-pengertian lainnya sesuai dengan yang sebenarnya.
    4-   Menghayati prinsip-prinsip kebenaran Al-Qur`an dan Al-Hadits secara teori dan praktek sehingga bisa mengamalkannya secara benar
    Sedangkan seorang yang faqih adalah orang ‘alim yang mengamalkan ilmunya.

    Jumat, 27 Desember 2013

    Gaya Belajar / Mengaji santri dalam menerima ilmu


    1.    Gaya Belajar Tipe Visual
    a.     Fisiologi
    ·  Melihat informasi dengan melihat ke atas (gerakan bola mata keatas)
    ·  Pandangan muka ke atas
    ·  Tangan bergerak di atas dada
    ·  Nada suara tinggi
    b.    Karakteristik
    ·  Kata-kata yang sering dipakai : melihat, membayangkan, gambaran, dll
    ·  Teratur, memperhatikan segala sesuatu, memperhatikan penampilan
    ·  Saat komunikasi senang menatap wajah lawan bicara
    ·  Memperhatikan gerak-gerik lawan bicara
    ·  Bicara cepat, kurang suka jadi pendengar
    ·  Kebanyakan lupa nama orang yang dikenal, tapi ingat wajahnya
    ·  Berpenampilan bersih dan rapi
    c.     Strategi Mengajar
    ·  Menggunakan warna (tidak hanya hitam)
    ·  Gunakan ekspresi wajah dan tubuh
    ·  Sering gunakan gambar-gambar
    ·  Menjelaskan dengan mencoret-coret
    ·  Menggunakan kata kerja (predikat) visual
    2.    Gaya Belajar Tipe Auditori
    a.     Fisiologi
    ·  Gerakan bola mata sejajar telinga
    ·  Suara jelas, punya ritme, teratur
    ·  Bicara sedikit lambat dibanding tipe visual
    ·  Pandangan muka ke depan
    b.    Karakteristik
    ·  Peka dengan suara
    ·  Perhatian mudah terpecah
    ·  Belajar dengan mendengarkan
    ·  Membaca teks/menghafal dengan suara keras
    ·  Kata kata yang sering dipakai : mendengar, lirih, melengking, kedengarannya
    ·  Biasanya kurang memperhatikan lawan bicara, hanya fokus pada suara lawan bicara
    ·  Pendengar yang baik
    ·  Kebanyakan melupakan wajah orang yang ditemui, tapi hafal namanya
    c.     Strategi Mengajar
    ·  Suara harus jelas
    ·  Mainkan intonasi dalam berbicara
    ·  Menggunakan pengulangan kata, minta anak menyebut kembali yang sudah dijelaskan
    ·  Sesi tanya jawab, diskusi
    3.    Gaya Belajar Tipe Kinestetik
    a.     Fisiologi
    ·  Gerakan bola mata ke arah bawah
    ·  Suara cenderung berat
    ·  Banyak gerak
    ·  Tubuh cenderung menunduk
    b.    Karakteristik
    ·  Menyentuh orang yang berdiri berdekatan
    ·  Menunjuk tulisan saat membaca
    ·  Saat belajar sering menggunakan gerakan, misal : tangan menunjuk-nunjuk, bermain bolpoin
    ·  Kata-kata yang sering dipakai : rasanya, keras, lembut,dll
    ·  Ketika berkomunikasi biasanya senang melakukan gerakan
    c.     Strategi Mengajar
    ·  Melibatkan fisik/gerakan
    ·  Menggunakan alat bantu / permainan
    ·  Membuat simulasi / praktek
    ·  Bermain peran

    ·  Menghargai anak yang melakukan gerakan

    “Menjadi Pondok Pesantren Yang berkemampuan global dalam dakwah Islam sehingga mendorong Umat Islam dan umat manusia pada umumnya memiliki kehidupan Yang sejahtera berbasis agama, kejujuran, amanah, hemat dan kerja keras, rukun,kompak serta dapat bekerjasama dengan baik”.