Tampilkan postingan dengan label gama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gama. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Pendiri LDII Lulusan Pesantren Jamsaren

Ponpes tertua Jamsaren Kampusnya Para Pejuang, Pendiri LDII Lulusan Pesantren Jamsaren

Ponpes tertua Jamsaren melahirkan Tokoh Pendiri LDII
Tokoh Pendiri LDII lulusan Ponpes Jamsaren
Solo – Dari sejumlah pesantren kuno di tanah air, jangan lewatkan untuk memberikan catatan khusus kepada Pondok Pesantren Jamsaren di Solo. Pondok ini tercatat sebagai pesantren tertua di Indonesia yang hingga kini masih ada. Sejumlah pejuang besar dari berbagai bidang telah dilahirkannya. Beberapa bangunan di dalam kompleks pesantren masih dipertahankan keasliannya.
Pesantren Jamsaren telah mencatatkan diri sebagai salah satu pesantren kuno yang matang digembleng oleh asam garam zaman. Berbagai peristiwa telah mengharu biru pesantren tersebut.
Ponpes Jamsaren dirikan pada sekitar tahun 1750 oleh Kiai Jamsari, asal Banyumas. Dia khusus diundang oleh raja Keraton Surakarta saat itu, Susuhunan Paku Buwono IV, untuk bermukim di Solo dan mengajar ilmu agama kepada para bangsawan keraton, pejabat kerajaan, maupun untuk kalangan umum.
Kiai Jamsari kemudian menetap di sebuah kampung kecil sekitar 3 km barat daya keraton. Di tempat itulah dia mendirikan kediaman pribadi dan sebuah masjid. Banyak yang mulai berdatangan untuk berguru kepada sang kiai, tak sedikit pula yang kemudian bermukim di rumah kiai. Kawasan itu kemudian terkenal dengan nama Kampung Jamsaren, yang artinya kampung tempat tinggal Kiai Jamsari. Sekarang berada di Jalan Veteran No 263, Serengan, Solo.
Setelah Kiai Jamsari wafat, estafet kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh Kiai Jamsari II, anak kandungnya. Masa pengasuhan Kiai Jamsari II bersamaan dengan pergolakan besar di tanah Jawa akibat pemberontakan Diponegoro, seorang pangeran dari Keraton Yogyakarta. Pemberontakan ini terus meluas di Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga pergolakan itu terkenal dengan sebutan Perang Jawa (1825-1830).
Meskipun tidak ada dukungan secara resmi dari pihak keraton, namun sejumlah kerabat sang pangeran dari Keraton Yogyakarta turut membantu perjuangan Diponegoro. Sedangkan Keraton Surakarta di bawah Susuhunan Paku Buwono VI secara resmi memberikan dukungan dana dan pasukan.
Sedangkan kekuatan paling menentukan pada perjuangan Diponegoro adalah dukungan massif para kiai di berbagai daerah. Mereka yang memberikan perlindungan dan bantuan bala pasukan di berbagai daerah medan pertempuran. Salah satu pendukung utama Diponegoro dari kalangan ulama adalah Kiai Jamsari II dari Solo, selain nama-nama ulama terkenal lain seperti Kiai Mojo (Solo), Kiai Yahudo (Magelang), Kiai Imam Rozi (Klaten) dan lain-lainnya.
Setelah perang Diponegoro berhasil dipadamkan, Belanda melakukan penangkapan dan pengasingan terhadap para tokoh pemberontakan. Diponegoro diasingkan ke Sulawesi Selatan, Paku Buwono VI diasingkan ke Ambon, Sentot Prawirodirjo diasingkan ke Sumatera Selatan, Kiai Mojo dan sejumlah kiai lainnya yang tertangkap diasingkan ke Tondano, Sulawesi Utara.
Banyak kiai yang diburu dan ditangkapi. Banyak pula pesantren yang dibumihanguskan karena tuduhan menyembunyikan ekstrimis, sebutan untuk para pendukung Diponegoro. Dalam kondisi itulah Kiai Jamsari II beserta keluarga dan seluruh santrinya memutuskan untuk meninggalkan pesantren, tanpa diketahui secara pasti dimana tempat mereka bermukim setelahnya. Bahkan hingga saat ini tidak diketahui pasti dimana makam Kiai Jamsari II.
“Pada masa itu banyak kiai yang memilih melakukan ‘uzlah, yaitu menyepi atau menjauh dari keramaian duniawi. Pertimbangan ‘uzlah itu bisa saja untuk fokus pada kaderisasi dan pembinaan umat. Bisa juga karena pertimbangan kemaslahatan yang lebih besar. Sepertinya yang dilakukan Kiai Jamsari II adalah karena pertimbangan yang terakhir,” ujar cendekiawan muslim, KH M Dian Nafi’.
Kompleks dan bangunan pesantren itu kemudian kosong dan terbengkalai hampir selama 50 tahun, hingga akhirnya seorang ulama dari Klaten yang mengurusnya. Ulama itu adalah Kiai Idris, salah seorang keturunan dari Kiai Imam Rozi yang merupakan sahabat akrab Kiai Jamsari II.
Sejak tahun 1878, Kiai Idris kembali membangun dan mengembangkan Pesantren Jamsaren. Di masa pengasuhan Kiai Idris pula, Jamsaren menjadi salah satu rujukan pesantren di tanah air. Ribuan santri dari berbagai penjuru Asia Tenggara datang berguru kepada kiai yang dikenal sangat ‘alim dan juga seorang mursyid Thariqah Sadziliyah tersebut.
Di antara nama-nama besar yang pernah nyantri Kiai Idris adalah Kiai Mansyur (pendiri Ponpes Al-Mansyur Klaten), Kiai Dimyati (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), Syeich Ahmad al-Hadi (tokoh Islam kenamaan di Bali), Kiai Arwani Amin (Kudus), Kiai Abdul Hadi Zahid (pengasuh Ponpes Langitan, Tuban).
Sepeninggal Kiai Idris pada tahun 1923, nama besar Jamsaren masih menjadi rujukan bagi para orangtua untuk mengirim anaknya nyantri. Tokoh sentral yang terakhir memimpin pesantren ini adalah KH Ali Darokah yang wafat tahun 1997. Selanjutnya, Jamsaren dipimpin oleh sebuah dewan sesepuh di bawah payung Yayasan Jamsaren. Sedangkan pelaksana keputusan dilaksanakan oleh pengurus yang dipimpin seorang direktur.
Sedangkan tokoh-tokoh pejuang di berbagai bidang yang pernah menuntut ilmu di Jamsaren pada generasi setelah Kiai Idris diantaranya adalah Munawir Sadzali (mantan Menteri Agama), Amien Rais, KH Zarkasyi (pendiri Ponpes Gontor Ponorogo), KH Nur Hasan Al Ubaidah (pendiri dan pimpinan LDII) serta sejumlah nama lainnya.
Kalau berkesempatan untuk berkunjung ke pesantren kuno seluas 3.400 meter persegi tersebut, jangan lewatkan memasuki masjid kuno yang berada paling depan areal pesantren. Seluruh soko guru masjid dan kayu kerangka utama bangunan masih dipertahankan keasliannya seperti ketika dibangun oleh Kiai Jamsari dan dirawat dengan baik oleh pengelola pesantren
Dua bangunan lain yang masih dipertahankan keasliannya adalah rumah kediaman atau ndalem kiai yang saat ini dihuni oleh Nyai Siti Aminah Ali Darokah dan bangunan rumah di depannya yang kini dimanfaatkan sebagai gedung raudatul athfal (RA) atau taman kanak-kanak.
“Pada bangunan tersebut yang asli sejak didirikan adalah kayu-kayu penyangga utama bangunannya. Sedangkan dinding tembok adalah renovasi dari jaman ke jaman. Bangunan masjid juga telah ditinggikan. Sedangkan dinding dalam bangunan kediaman kiai juga masih kami pertahankan,” ujar Suntoro, Kepala Kesekretariatan Ponpes Jamsaren.(Muchus Budi R)
Sumber:  ramadan.detik.com

Jumat, 03 Januari 2014

Polnya Ilmu Al-Qur`an dan Al-Hadits

Polnya Ilmu Al-Qur`an dan Al-Hadits
Keagungan dan kemuliaan Allah sebagai Sang Pencipta alam semesta tak terbandingi oleh apapun, karena pada hakekatnya semua yang selain Allah adalah makhluq, demikian pula dengan kalam Allah yang mengalahkan semua kalam, sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW :

وَفَضْلُ كَلاَمِ اللهِ عَلَى سَائِرِ الْكَلاَمِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ  (رواه الترمذى في كتاب فضائل القرآن حسن غريب)
Artinya: Keutamaan kalam Allah (Al-Qur`an) mengalahkan semua kalam sebagaimana keutamaan Allah mengalahkan makhluqNya.
Sebaliknya jika seseorang menganggap ilmu dunia itu lebih utama dan lebih mulia daripada Al-Qur`an dan Al-Hadits maka itu adalah sebuah penghinaan kepada Allah!  Rasulullah SAW bersabda :
وَمَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَرَأَى أَنَّ أَحَدًا أُعْطِيَ أَفْضَلَ مِمَّا أُعْطِيَ فَقَدْ عَظَّمَ ماَ صَغَّرَ اللهُ وَصَغَّرَ ماَ عَظَّمَ اللهُ (رواه الطبرانى
Artinya: Dan barangsiapa membaca Al-Qur`an lalu ia menganggap bahwa ada seseorang yang telah diberi sesuatu yang lebih utama daripada (Al-Qur`an) yang telah diberikan kepadanya maka sungguh ia telah mengagungkan sesuatu yang diremehkan oleh Allah dan ia telah meremehkan pada sesuatu yang telah diagungkan oleh Allah.
Oleh karena itulah Allah mengangkat derajat orang iman yang ‘alim, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur`an:
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ *     سورة المجادلة ١١

Artinya: Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian, dan orang-orang yang diberi ilmu (dari kalangan kalian), beberapa derajat. Dan (ingatlah), Allah Maha Waspada tentang apa yang kalian lakukan.

Menyelamatkan anak-anak kita dari fitnah akhir zaman


Kalau kita mengamati prilaku anak-anak di sekitar saat ini sungguh memprihatinkan. Kejahatan yang mereka lakukan sudah benar-benar jauh diluar batas kewajaran. Artinya kejahatan dan kemaksiyatan yang biasanya dilakukan oleh orang dewasa, kini sudah banyak dilakukan oleh anak-anak bahkan anak-anak yang termasuk katagori dibawah umur. Apalagi dari tahun ke tahun keadaan zaman tidak semakin baik tetapi kemaksiyatan justru semakin marak, sebagaimana diriwayatkan dari Rasulullah SAW :

اصْبِرُوا ، فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِى عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِى بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ (رواه البخارى  فى كتاب الفتن)

Artinya : Bersabarlah, sesungguhnya tidak akan datang suatu zaman, kecuali zaman yang akan datang lebih buruk (keadaannya) daripada zaman sebelumnya, sampai kalian berjumpa pada Tuhan kalian.


Dengan kecanggihan tehnologi informasi, jika digunakan secara negatif, cepat atau lambat kerusakan itu juga akan mempengaruhi anak-anak kita. Maka tidak ada yang mampu menghentikan derasnya arus kemaksiyatan itu, dan tidak ada perisai yang bisa membentengi anak-anak kita dari hujaman tajamnya fitnah akhir zaman kecuali ilmu dan kefahaman. Maka generasi sekarang tidak boleh kalah walau selangkah dengan kegigihan iblis dan syetan didalam memperdaya anak cucu Adam termasuk anak-anak kita menuju jurang kehancuran.

Anak adalah tambang emas bagi orang tua

     Anak adalah tambang emas bagi orang tua
Semua orang tua yang berakal sehat pasti berharap anak-anaknya kelak menjadi anak yang sholih dan sholihah serta sukses dalam segala hal baik urusan dunia maupun akhirat. Sebab salah satu kebahagiaan manusia adalah manakala mempunyai anak yang sholih dan sholihah. Sebagaimana sabda Nabi SAW :

  
أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْءِ أَنْ تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً وَأَوْلاَدُهُ أَبْرَاراً وَخُلَطَاؤُهُ صَالِحِيْنَ وَأَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِى بَلَدِهِ (رواه ابن عساكر)

Artinya: Ada empat hal yang merupakan kebahagiaan seseorang, yaitu: Bila mempunyai istri yang sholihah, anak-anaknya baik-baik, teman bergaulnya orang-orang yang sholih dan rizqinya ada di negaranya sendiri

Bahwa ungkapan “Anak adalah tambang emas bagi orang tua”, tidaklah berlebihan. Sebab anak yang sholih akan mengangkat derajat orang tua baik di dunia maupun di akhirat. Sudah menjadi suatu tradisi yang sangat melekat di masyarakat, bahwa apapun yang dilakukan oleh seorang anak maka selalu ditanyakan, siapakah orang tuanya? Orang tua pasti merasa bangga, manakala anaknya disebut prestasi baiknya dengan menyabutkan orang tuanya. Hal ini pernah dikisahkan dalam Al hadits:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ r قَالَ إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةً لاَ يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَهِىَ مَثَلُ الْمُسْلِمِ حَدِّثُونِى مَا هِىَ فَوَقَعَ النَّاسُ فِى شَجَرِ الْبَادِيَةِ وَوَقَعَ فِى نَفْسِى أَنَّهَا النَّخْلَةُ قَالَ عَبْدُ اللهِ فَاسْتَحْيَيْتُ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ أَخْبِرْنَا بِهَا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ r هِىَ النَّخْلَةُ قَالَ عَبْدُ اللهِ فَحَدَّثْتُ أَبِى بِمَا وَقَعَ فِى نَفْسِى فَقَالَ لأَنْ تَكُونَ قُلْتَهَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ يَكُونَ لِى كَذَا وَكَذَا.
(رواه  البخارى فى كتاب العلم)

Artinya: Dari Abdillah bin Umar, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya dari pepohonan ada suatu pohon yang tidak gugur daunnya, dan pohon itu adalah sebagai perumpamaan orang Islam. Ceritakanlah kepadaku, pohon apakah itu? Maka manusia berpikir pada pepohonan hutan, dan aku berpikir dalam hatiku, sesungguhnya pohon itu adalah korma. Abdullah berkata: maka aku malu (untuk mengatakan). Mereka berkata: Wahai Rasulullah, ceritakanlah pada kami tentang pohon itu. Maka Rasulullah SAW bersabda bahwa pohon itu adalah korma. Abdullah berkata: Maka aku ceritakan (hal itu) kepada bapakku tentang apa yang ada dalam hatiku, maka bapak berkata: Niscaya jika engkau katakan pohon itu, maka lebih menyenangkan padaku dari pada aku punya ini dan ini (harta yang berharga)

Upaya dalam mencari ilmu dan kefahaman

Upaya dalam mencari ilmu dan kefahaman
Firman Allah SWT:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَ يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ اْلأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (سورة الحديد:16)
Artinya: Adakah belum datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyu’ (tunduk) hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang diberi Al-kitab sebelumnya (taurat, injil), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasiq.

Kesempatan bagi para pemuda untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya masih sangat luas. Banyak ulama’ shalihin yang mengajarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits secara manqul musnad muttashil masih berada di tengah-tengah kita. Dan mereka siap untuk menyampaikan ilmu tersebut, hendaknya kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga para pemuda menjadi orang yang ‘alim dan faqih.

Para pemuda sebagai generasi penerus perlu bertanya kepada dirinya sendiri; seberapa banyakkah Al-Qur`an dan Al-Hadits yang sudah dikaji? Sebagai generus yang bertanggung jawab tentu akan berupaya untuk sungguh-sungguh mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. Syukur-syukur bisa mengkhatamkan Al-Qur`an (bacaan, makna, keterangan) ditambah dengan qiro`ah sab’ahnya dan Hadits Kutubussittah. Khatam yang bukan sekedar khatam, namun benar-benar dapat memahami ilmu secara mendalam. Sehingga juga berhasil menjadi orang yang alim dan faqih sebagaimana para pendahulunya dan pada saatnya nanti bisa melanjutkan perjuangan agama Allah yang haq ini.

Seorang yang alim dalam  Al-Qur`an dan Al-Hadits memiliki kemampuan:
1-   Membaca  Al-Qur`an dan Al-Hadits dengan fasih dan benar
2-   Mengerti makna dan keterangan  Al-Qur`an dan Al-Hadits
3-   Memahami ayat-ayat  Al-Qur`an dan  Al-Hadits, sehingga dapat mengistinbathkan (mengeluarkan) hukum dan dapat menempatkan pada tempatnya serta memahami pengertian-pengertian lainnya sesuai dengan yang sebenarnya.
4-   Menghayati prinsip-prinsip kebenaran Al-Qur`an dan Al-Hadits secara teori dan praktek sehingga bisa mengamalkannya secara benar
Sedangkan seorang yang faqih adalah orang ‘alim yang mengamalkan ilmunya.

Senin, 08 April 2013

HILANGNYA ILMU AGAMA

Akibat Kurangnya/Hilangnya Ilmu Ketika umat manusia disibukkan oleh segala macam persoalan duniawi dan ia pun berani menomorduakan masalah akhirat, maka muncullah sebuah generasi yang begitu mahir dan membanggakan ilmu dunianya namun ia bodoh terhadap ilmu agama. Ketahuilah bahwa terhadap generasi semacam ini lah, Allah akan menjatuhkan murkaNya! Rasulallah SAW bersabda : إِنَّ اللهَ تَعاَلىَ يُبْغِضُ كُلَّ عاَلِمٍ باِلدُّنْياَ جاَهِلٍ باِْلآخِرَةِ (رواه الحاكم في تاريخه والديلمى صحيح) Artinya: Sesungguhnya Allah yang maha luhur murka pada tiap-tiap orang yang pandai ilmu dunia yang bodoh dalam ilmu akhirat.

Jumat, 29 Maret 2013

Orang "Pandai" adalah Yang Beramal Untuk Akhirat


Pondok Pesantren Walibarokah LDII Kota Kediri kembali dikunjungi oleh seorang mufti makkah serta dosen di  Ma’had Haram Makkatul Mukarromah pada Kamis malam 17/01/2013 pukul 22.00 WIB. Alhamdulillah dalam kunjungannya, beliau berkenan untuk memberikan ilmu dan nasehat dihadapan para pengurus dan santri LDII.

Jumat, 22 Maret 2013

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMA BUDI UTOMO 2013 / 2014

Memperhatikan visi SMA Budi Utomo yakni ; Mewujudkan sekolah unggul menghasilkan SDM yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur, berprestasi, berdaya saing, berbudaya dan berwawasan lingkungan, serta usulan dari sebagian orang tua siswa, agar para putra-putrinya dapat menjadi Generasi muda profesional religius yang memiliki ketaqwaan yang tinggi /menjadi mubaligh – mubalighoh ( Spiritual Quotient ), memiliki daya juang , akhlakul karimah, tobiat luhur, mampu bekerja sama ( Emotional Quotient ), menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ( Inteligence Quotient ) , berkepribadian sukses ( Personal Quotient )  maka SMA Budi Utomo, Tahun Pelajaran 2013/3014 kembali MENERIMA PESERTA DIDIK BARU, meliputi:


  • KELAS UMUM :
    • Pendaftaran dilayani 1 - 7 Juli 2013, ditutup 7 Juli 2013 jam 12.00, 
    • Pengumuman  7 Juli 2013,  jam 14.00
    • Daftar Ulang,   7 - 8 Juli 2013 s/d jam 17.00

  • KELAS KHUSUS.
    • Pendaftaran dilayani 1 - 5 Juli 2013,
    • Pengumuman 7 Juli 2013,   jam 12.00, bagi yang belum lolos seleksi, bisa langsung diterima di kelas umum.
    • Daftar Ulang,  7 - 8 Juli 2013 s/d jam 17.00
Secara garis besar, ketentuan Program Kelas X Kelas Umum sebagai berikut :

halaman2


Untuk kelancaran pendaftaran Bapak Ibu, MULAI HARI INI bisa membayar biaya sekolah sesuai dengan jumlah di atas melalui:
Rekening Sekolah 3654.01.002244.53.3 BRI Unit Perak a.n. Anton Abd. Rahman,S.Pd. 
Berkas pendaftaran bisa MULAI HARI INI dikirim ke sekolah atau  melalui email ppdb2013smabu@gmail.com

Keterangan lebih lengkap tentang Kelas khusus bisa menghubungi Bapak Totok Musafir, S.Pd dengan nomor HP 081 939 860 212 atau Bambang Wahyudi, No HP 081 330 330 354

Catatan Penting :

  • SEMUA SISWA / PESERTA DIDIK BARU MULAI MASUK SEKOLAH HARI SELASA 9 JULI 2013, KEGIATAN PEMBINAAN / PENDALAMAN MATERI AGAMA, 
  • MASA ORIENTASI SEKOLAH, 15 - 17 JULI 2013.

Jumat, 15 Maret 2013

Memilih Sekolah yang Cocok untuk Buah Hati Tercinta


“Bapak...Ibu, saya minta saran memilih sekolah untuk anak saya. Ada sekolah A yang unggul di abc. Sedangkan sekolah B, unggul di def. Gimana ya bu ? Mestinya saya pilih yang mana ?”
Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para orangtua. Keinginan mereka untuk memberikan yang terbaik untuk putra putri mereka, mendorong mereka untuk menyeleksi sekolah yang akan dimasuki oleh anak-anak.
Biasanya, ada beberapa fokus perhatian yang dijadikan standar sekolah bagus oleh para orangtua dan yang ajaibnya standar ini dari tahun ke tahun berubah mengikuti perkembangan jaman. 15 tahun yang lalu standar yang digunakan adalah sekolah tersebut haruslah sekolah disiplin (bahkan yang paling sering menghukum siswanya), yang banyak memberikan PR, yang sering memberikan ulangan, sekolah yang mampu meluluskan siswa yang mendapatkan nilai UJIAN NASIONAL tertinggi atau memenangkan lomba-lomba. 5 tahun berlalu, standarnya kembali berubah, sekolah yang memiliki fasilitas lengkap seperti laboratorium komputer, elektro, fisika, biologi dll merupakan sekolah yang dianggap baik. Ditambah lagi sekolah yang menyeimbangkan IQ dan EQ dianggap sekolah yang bonafit. Era sekarang, standar itu berubah kembali, saat ini sekolah yang bilingual, berkurikulum international atau nasional plus yang dianggap bagus. Sebenarnya, syarat apa sih yang sebaiknya dipenuhi untuk mengatakan sebuah sekolah adalah sekolah yang bagus  ?

Minggu, 03 Maret 2013

MAAF...SANTRI BARU SUDAH PENUH

MOHON MAAF...MAAF SANTRI BARU SUDAH PENUH.....
Kata itulah yang disampiakan para petugas pendaftar santri baru Pondok Pesantren Gadingmangu, hanya dalam hitugan jam kuota santri baru telah terpenuhi. Hari Sabtu, 2 Maret 2013, jam 8.00 penerimaan santri baru , dibuka dan hari itu juga ditutup karena sudah penuh, semua pimpinan dan segenap pengurus hanya bisa minta maaf karena kamar yang tersedia suda penuh. WALAUPUN PONDOK SUDAH PENUH, NAMUN PARA SANTRI BISA BERTEMPAT DI SEKITAR PONDOK YANG MEMILIKI STIKER TERIMA KOST PUTRA ATAU TERIMA KOST PUTRI. KEGIATAN MENGIKUTI KURIKULUM PONDOK, HANYA TEMPAT TINGGALNYA DI LUAR PONDOK. BANYAK TEMPAT DISEDIAKAN OLEH TIM KOST.
Animo masyarakat untuk menjadikan putra - putrinya sebagai mubalighin sangat luar biasa, apalagi sekaligus bisa bersekolah di SMA Budi Utomo yang telah bertatus TERAKREDITASI A.

Senin, 18 Februari 2013

KUNJUNGAN ULAMA JOGJA


Ribuan santri larut dalam suasana khidmat diselingi tertawa lepas saat mendengarkan tausyiah yang disampaikan oleh al ustad H. Iskanto AR,S.Ag Ketua FKUB Kab. Gunung Kidul DI Yogyakarta, saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Gadingmangu, hari Minggu 17 Februari 2013. Tema yang dibawakan cukup menggelitik, modal utama jadi pemimpin itu PKB , yaitu Pinter, Kober lan Bener.

Senin, 28 Januari 2013

TIPS MENCARI ILMU HIKMAH

Mencari ilmu itu adalah wajib bagi orang islam, seperti sabda nabi : “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim…” (H.R Ibnu Majah) Mengacu pada hadits di atas, menunjukan bahwa masing – masing orang yang islam di wajibkan untuk menuntut ilmu, karena dengan ilmulah kita bisa menjalankan perintah allah, dan menjauhi laranganNYA, juga mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil, serta yang tidak kalah pentingnya juga yaitu, dengan adanya ilmu kita bisa menjalani hidup ini. Mencari ilmu merupakan amalan yang sangat mulia dan terpuji dalam islam. Oleh karena itu ada beberapa cara atau adab dalam menuntut ilmu. Berikut ini adab dalam mencari ilmu : 1. Ikhlas Niat kita dalam mencari ilmu harus ikhlas dan tawakal kepada allah, supaya allah ridho dan memberikan kebarokahan kepada kita dalam mencari ilmu. Seperti sabda nabi : “ sesungguhnya segala pengamalan itu tergantung niatnya” (H.R bukhori) 2. Mengutamakan ilmu yang wajib, baru ilmu yang lainnya Rasulullah bersabda : “Ilmu yang wajib dicari itu ada 3, selain 3 itu adalah lebihan, yaitu al-quran, al-hadits, dan ilmu faroidl yang adil” (H.R Abu Dawud) Setelah kita mempelajari ilmu yang wajib barulah kita mempelajari ilmu – ilmu yang lain sabagai tambahan. 3. Meninggalkan ilmu yang tidak bermanfaat Tidak semua ilmu boleh dipelajari, karena ada ilmu – ilmu yang tidak bermanfaat bahkan menjerumuskan orang yang mempelajarinya kepada keburukan. Salah satunya adalah sihir, karena sihir itu bisa menjadi jalan kekufuran, oleh sebab itu orang islam dilarang mempelajari sihir. Allah berfirman dalam al-quran yang maknanya : “ Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaiton – syaiton pada masa kerajaan Sulaiman, padahal sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaiton – syaitonlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan sesuatu yang telah diturunkan kepada dua malaikat di negri Babil yaitu Harut dan Marut (Q.S Al – baqarah :102) 4. Menghormati ulama’ dan guru Rasulullah bersabda, “ barang siapa yang menyakiti pada waliku(ulama’), maka aku telah mengumandangkan perang padanya” ( H.R bukhori) Sebuah pameo mengatakan, “ kita tidak akan bisa menguasai suatu ilmu, kalau kita tidak senang denganilmu itu sendiri,kita tidak bisa senang dengan suatu ilmu kalau kita benci pada penyampainya”. 5. Jangan malu dalam menuntut ilmu Sifat malu dan gengsi bisa menjadi penghalang dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu para ulama’ menasehati supaya kedua sifat itu ditanggalkan saja,sehingga kita bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat. 6. Memanfaatkan waktu dengan baik Para pencari ilmu itu hendaknya selalu memanfaatkan waktunya,sehingga tidak menyia – nyiakan kesempatan belajar. Ulama’ besar seperti imam bukhori, bisa di jadikan sebagai tauladan dalam hal ini. Diriwayatkan bahwa belliau menyalakan lentera sampai 20 kali dalam semalam, guna menyalin hadits yang telah beliau peroleh, menunjukan bahwa beliau amat sangat menghargai waktu, sampai – sampai waktu malam pun tidak beliau lewatkan , kecuali untuk menimba ilmu. 7. Bermujahadah dalam mencari ilmu Para ulama’ terdahulu kita, tidaklah bersantai – santai dalam mencari ilmu, sehingga saat ini kita bisa merasakan hasil jerih payah mereka. 8. Menjaga ilmu dengan menghindari maksiat Ilmu itu adalah cahaya allah, dan tidak akan pernah bersatu dengan hatinya orang yang suka melakukanmaksiat 9. Mengamalkan ilmu yang telah diketahui Ilmu itu dicari untuk di amalkan , maka dari itu para pencari ilmu supaya bergegas mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Seperti pameo : “Punya ilmu tapi tidak diamalkan, maka bagaikan pohon yang tidak berbuah” Untuk mendapatkan ilmu hikmah, hal - hal yang harus dilakukan adalah : 1. Memuliakan , mengagungkan guru, yang telah memberikan ilmu kepada kita, walaupun itu guru yang mengajari kita baca tuls. 2. Memuliakan majlis taklim. 3. Menghafal, mengamalkan ilmu dalalah dan berdo'a secara sungguh sungguh penuh dengan keyakinan. Itulah beberapa adab dalam mencari ilmu,mudah –mudahan tulisan ini bisa bermanfaat dan membantu kita dalam menuntut ilmu sehingga bisa mendapatkan ilmu yang manfaat dan barokah. Amiin

MASJID LUHUR NUR HASAN, MASJID YANG INDAH NAN CANTIK

Masjid Luhur Nur Hasan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Jombang, berdiri dengan kokoh dan megah. Pembangunannya diilhami Masjidilharam. Masjid adalah rumah ALLAH yang agung selain untuk digunakan sebagai tempat peribadatan juga banyak digunakan sebagai pusat pendidikan agama islam mulai di lingkungan pondok pesantren hingga di tempat lainnya. Banyak masjid yang dibangun dengan indah dan megah, adakalanya masjid dijadikan pusat pendidikan karena sejarah pembangunannya ada juga karena arsitekturnya yang megah nan kokoh. Masjid ini direhab mulai tahun 2000 sampai dengan tahun 2007 dengan swadaya murni, yang menghabiskan dana renovasi sebesar 17 milyar.
Diantara ribuan bahkan jutaan masjid yang ada di Indonesia ada beberapa yang dikategorikan dalam jajaran masjid paling indah di Indonesia yang ditulis didalam buku maupun majalah oleh pihak-pihak terkait. Dalam pemberitaan yang dimuat di salah satu majalah ada hal yang unik yang patut kita banggakan, diantara 100 masjid yang paling indah di Indonesia salah satunya adalah Masjid LUHUR NUR HASAN yang terletak di pondok pesantren Gading Mangu Perak Jombang yang merupakan salah satu pusat pendidikan agama Islam terbesar di Indonesia, yang menekankan pada pengajaran Al Quran & Al Hadist dan pembentukan akhlakul karimah generasi muda. Pondok Pesantren ini beralamat di desa Gading Mangu Perak Jombang Propinsi Jawa Timur. Lokasinya hanya 400 meter masuk ke utara pasar Jeruk Kecamatan Perak Kabupaten Jombang.
Disamping mendidik generasi muda menjadi mubaligh dan mubalighot handal yang menguasai ilmu Quran dan Hadist serta berakhlak mulia, Pondok Pesantren Gading Mangu sekaligus membina para santrinya agar mempunyai intelektualitas tinggi dan berwawasan global. Karena pondok pesantren ini ditunjang dengan sekolah umum tingkat SMP, SMU dan SMK di bawah pengelolaan Yayasan Budi Utomo.
Pondok Pesantren Gading Mangu yang mulai beroperasi tahun 1952 ini memiliki fasilitas antara lain gedung asrama putri, gedung asrama putra, aula, wisma tamu, dapur umum dan pusat kegiatan siswa yaitu Masjid Baitul Antiq yang diresmikan oleh Bupati Jombang H. Soewoto Adiwibowo pada tanggal 7 Januari 1997. Sedangkan gaya arsitektur yang ditampilakan dalam pembangunan Masjid Luhur terinspirasi oleh BAITULLAH yang terletak di Mekah Arab Saudi bahkan sempat mengalami beberapa renovasi dalam pembangunannya karena usia masjid yang cukup lama mulai dari perubahan menara yang berjumlah 4 disetiap sisinya serta hiasan ukiran-ukiran kayu yang berkualitas disetiap pintu masuk bahkan di dalam masjid, serta tempat imam melakukan sholat juga di buat dengan gaya yang cukup indah layaknya masjid di Timur Tengah karena disegala aspek inilah akhinya Masjid luhur NurHasan menjadi salah satu 100 masjid terindah di Indonesia, dan kita sebagai generasi pemuda islam tentunya patut melestarikan dan menjaga masjid-masjid tersebut baik sekarang maupun dimasa yang akan datang.

“Menjadi Pondok Pesantren Yang berkemampuan global dalam dakwah Islam sehingga mendorong Umat Islam dan umat manusia pada umumnya memiliki kehidupan Yang sejahtera berbasis agama, kejujuran, amanah, hemat dan kerja keras, rukun,kompak serta dapat bekerjasama dengan baik”.