Tampilkan postingan dengan label sma budi utomo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sma budi utomo. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Pendiri LDII Lulusan Pesantren Jamsaren

Ponpes tertua Jamsaren Kampusnya Para Pejuang, Pendiri LDII Lulusan Pesantren Jamsaren

Ponpes tertua Jamsaren melahirkan Tokoh Pendiri LDII
Tokoh Pendiri LDII lulusan Ponpes Jamsaren
Solo – Dari sejumlah pesantren kuno di tanah air, jangan lewatkan untuk memberikan catatan khusus kepada Pondok Pesantren Jamsaren di Solo. Pondok ini tercatat sebagai pesantren tertua di Indonesia yang hingga kini masih ada. Sejumlah pejuang besar dari berbagai bidang telah dilahirkannya. Beberapa bangunan di dalam kompleks pesantren masih dipertahankan keasliannya.
Pesantren Jamsaren telah mencatatkan diri sebagai salah satu pesantren kuno yang matang digembleng oleh asam garam zaman. Berbagai peristiwa telah mengharu biru pesantren tersebut.
Ponpes Jamsaren dirikan pada sekitar tahun 1750 oleh Kiai Jamsari, asal Banyumas. Dia khusus diundang oleh raja Keraton Surakarta saat itu, Susuhunan Paku Buwono IV, untuk bermukim di Solo dan mengajar ilmu agama kepada para bangsawan keraton, pejabat kerajaan, maupun untuk kalangan umum.
Kiai Jamsari kemudian menetap di sebuah kampung kecil sekitar 3 km barat daya keraton. Di tempat itulah dia mendirikan kediaman pribadi dan sebuah masjid. Banyak yang mulai berdatangan untuk berguru kepada sang kiai, tak sedikit pula yang kemudian bermukim di rumah kiai. Kawasan itu kemudian terkenal dengan nama Kampung Jamsaren, yang artinya kampung tempat tinggal Kiai Jamsari. Sekarang berada di Jalan Veteran No 263, Serengan, Solo.
Setelah Kiai Jamsari wafat, estafet kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh Kiai Jamsari II, anak kandungnya. Masa pengasuhan Kiai Jamsari II bersamaan dengan pergolakan besar di tanah Jawa akibat pemberontakan Diponegoro, seorang pangeran dari Keraton Yogyakarta. Pemberontakan ini terus meluas di Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga pergolakan itu terkenal dengan sebutan Perang Jawa (1825-1830).
Meskipun tidak ada dukungan secara resmi dari pihak keraton, namun sejumlah kerabat sang pangeran dari Keraton Yogyakarta turut membantu perjuangan Diponegoro. Sedangkan Keraton Surakarta di bawah Susuhunan Paku Buwono VI secara resmi memberikan dukungan dana dan pasukan.
Sedangkan kekuatan paling menentukan pada perjuangan Diponegoro adalah dukungan massif para kiai di berbagai daerah. Mereka yang memberikan perlindungan dan bantuan bala pasukan di berbagai daerah medan pertempuran. Salah satu pendukung utama Diponegoro dari kalangan ulama adalah Kiai Jamsari II dari Solo, selain nama-nama ulama terkenal lain seperti Kiai Mojo (Solo), Kiai Yahudo (Magelang), Kiai Imam Rozi (Klaten) dan lain-lainnya.
Setelah perang Diponegoro berhasil dipadamkan, Belanda melakukan penangkapan dan pengasingan terhadap para tokoh pemberontakan. Diponegoro diasingkan ke Sulawesi Selatan, Paku Buwono VI diasingkan ke Ambon, Sentot Prawirodirjo diasingkan ke Sumatera Selatan, Kiai Mojo dan sejumlah kiai lainnya yang tertangkap diasingkan ke Tondano, Sulawesi Utara.
Banyak kiai yang diburu dan ditangkapi. Banyak pula pesantren yang dibumihanguskan karena tuduhan menyembunyikan ekstrimis, sebutan untuk para pendukung Diponegoro. Dalam kondisi itulah Kiai Jamsari II beserta keluarga dan seluruh santrinya memutuskan untuk meninggalkan pesantren, tanpa diketahui secara pasti dimana tempat mereka bermukim setelahnya. Bahkan hingga saat ini tidak diketahui pasti dimana makam Kiai Jamsari II.
“Pada masa itu banyak kiai yang memilih melakukan ‘uzlah, yaitu menyepi atau menjauh dari keramaian duniawi. Pertimbangan ‘uzlah itu bisa saja untuk fokus pada kaderisasi dan pembinaan umat. Bisa juga karena pertimbangan kemaslahatan yang lebih besar. Sepertinya yang dilakukan Kiai Jamsari II adalah karena pertimbangan yang terakhir,” ujar cendekiawan muslim, KH M Dian Nafi’.
Kompleks dan bangunan pesantren itu kemudian kosong dan terbengkalai hampir selama 50 tahun, hingga akhirnya seorang ulama dari Klaten yang mengurusnya. Ulama itu adalah Kiai Idris, salah seorang keturunan dari Kiai Imam Rozi yang merupakan sahabat akrab Kiai Jamsari II.
Sejak tahun 1878, Kiai Idris kembali membangun dan mengembangkan Pesantren Jamsaren. Di masa pengasuhan Kiai Idris pula, Jamsaren menjadi salah satu rujukan pesantren di tanah air. Ribuan santri dari berbagai penjuru Asia Tenggara datang berguru kepada kiai yang dikenal sangat ‘alim dan juga seorang mursyid Thariqah Sadziliyah tersebut.
Di antara nama-nama besar yang pernah nyantri Kiai Idris adalah Kiai Mansyur (pendiri Ponpes Al-Mansyur Klaten), Kiai Dimyati (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), Syeich Ahmad al-Hadi (tokoh Islam kenamaan di Bali), Kiai Arwani Amin (Kudus), Kiai Abdul Hadi Zahid (pengasuh Ponpes Langitan, Tuban).
Sepeninggal Kiai Idris pada tahun 1923, nama besar Jamsaren masih menjadi rujukan bagi para orangtua untuk mengirim anaknya nyantri. Tokoh sentral yang terakhir memimpin pesantren ini adalah KH Ali Darokah yang wafat tahun 1997. Selanjutnya, Jamsaren dipimpin oleh sebuah dewan sesepuh di bawah payung Yayasan Jamsaren. Sedangkan pelaksana keputusan dilaksanakan oleh pengurus yang dipimpin seorang direktur.
Sedangkan tokoh-tokoh pejuang di berbagai bidang yang pernah menuntut ilmu di Jamsaren pada generasi setelah Kiai Idris diantaranya adalah Munawir Sadzali (mantan Menteri Agama), Amien Rais, KH Zarkasyi (pendiri Ponpes Gontor Ponorogo), KH Nur Hasan Al Ubaidah (pendiri dan pimpinan LDII) serta sejumlah nama lainnya.
Kalau berkesempatan untuk berkunjung ke pesantren kuno seluas 3.400 meter persegi tersebut, jangan lewatkan memasuki masjid kuno yang berada paling depan areal pesantren. Seluruh soko guru masjid dan kayu kerangka utama bangunan masih dipertahankan keasliannya seperti ketika dibangun oleh Kiai Jamsari dan dirawat dengan baik oleh pengelola pesantren
Dua bangunan lain yang masih dipertahankan keasliannya adalah rumah kediaman atau ndalem kiai yang saat ini dihuni oleh Nyai Siti Aminah Ali Darokah dan bangunan rumah di depannya yang kini dimanfaatkan sebagai gedung raudatul athfal (RA) atau taman kanak-kanak.
“Pada bangunan tersebut yang asli sejak didirikan adalah kayu-kayu penyangga utama bangunannya. Sedangkan dinding tembok adalah renovasi dari jaman ke jaman. Bangunan masjid juga telah ditinggikan. Sedangkan dinding dalam bangunan kediaman kiai juga masih kami pertahankan,” ujar Suntoro, Kepala Kesekretariatan Ponpes Jamsaren.(Muchus Budi R)
Sumber:  ramadan.detik.com

Jumat, 23 Mei 2014

PENDAFTARAN ONLINE SMA BUDI UTOMO 2014 / 2015




Memperhatikan visi SMA Budi Utomo yakni ; Mewujudkan sekolah unggul menghasilkan SDM yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur, berprestasi, berdaya saing, berbudaya dan berwawasan lingkungan, serta usulan dari sebagian orang tua siswa, agar para putra-putrinya dapat menjadi Generasi muda profesional religius yang memiliki ketaqwaan yang tinggi /menjadi mubaligh – mubalighoh ( Spiritual Quotient ), memiliki daya juang , akhlakul karimah, tobiat luhur, mampu bekerja sama ( Emotional Quotient ), menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ( Inteligence Quotient ) , berkepribadian sukses ( Personal Quotient )  maka SMA Budi Utomo, Tahun Pelajaran 2014/3015 kembali MENERIMA PESERTA DIDIK BARU SECARA ONLINE, SILAKAN KLIK DI SINI , meliputi:
  • KELAS UMUM :

  • Pendaftaran offline dilayani 23 - 26 Juni 2014, ditutup 26 Juni 2014 jam 12.00, 

  • Pengumuman  26 Juni 2014,  jam 14.00

  • Daftar Ulang,   27 - 28 Juni 2014 s/d jam 17.00

  • KELAS KHUSUS.

  • Pendaftaran dilayani 23 - 25 Juni 2014,

  • Pengumuman 26 Juni 2014,   jam 12.00, bagi yang belum lolos seleksi, bisa langsung diterima di kelas umum.

  • Daftar Ulang,  27 - 28 Juni 2014 s/d jam 17.00

  • Secara garis besar, ketentuan Program Kelas X Kelas Umum sebagai berikut :



    halaman 2

    Secara garis besar, ketentuan Program Kelas X Kelas Khusus sebagai berikut :





    ( Untuk memperbesar atau mengambil brosur silakan klik pada gambar )

    Untuk pendaftaran online bisa melalui www.sma.ypbugama.org, bagi pendaftar online , berkas bisa dibawa saat masuk pertama ( kelas Reguler ) dan saat tes seleksi ( bagi kelas Khusus ) . 
    Berkas yang harus dikirim via email ppdbsmabu2014@gmail.com (hanya melalui email ini yang kami verifikasi) adalah :
    1.  Formulir dan Surat Pernyatan Siswa , Surat Pernyataan           orang tua yang sudah ditempel meterai dan ditandatangani     lengkap
    2. Scan KTP Orang Tua
    3. Scan KK 
    4. Scan Surat Keterangan Lulus/Ikut UAN
         (Ijazah & SKHUN SMP Bagi yang sudah ada)
    5. Scan Slip Setoran Pembayaran/Bukti Transfer  Pendaftaran.

    Pembayaran hanya melalui Rekening Sekolah 3654.01.002244.53.3 BRI Unit Perak a.n. Anton Abd. Rahman,S.Pd. 
    *) Cek Balasan dari ppdbsmabu2014@gmail.com di Email anda untuk melihat validasi dan nomor pendaftaran

    Download : Formulir PPDBSurat Pernyataan SiswaSurat Pernyataan Siswa Kelas Khusus


    Cara Download Formulir via Ziddu.com

    *jang beri tanda centang pada kolom bawah*


    -----------------------------
    Keterangan lebih lengkap tentang Kelas khusus bisa menghubungi 

    1. Kepala Sekolah

        Drs. H. Bambang Wahyudi. M.Si : 081330330354

    2. Keuangan

        Anton Abd. Rahmad, S.Pd. : 085331310354

    3. Ketua Panitia

        H. Ngadimin, S.Sos : 081259021699

    4. Koord. Kelas Khusus

        M. Abdulloh, S.Pd : 08125998115

    5. Koord. Kelas Reguler

        Umarosid, Amd : 085755287924

    6. Admin PPDB

        Ruruh Prasetyawan, S.Pd : 085233843887

    7. Humas

        WR. Anis Prabowo, S.Pd : 081359530072



    Senin, 03 Maret 2014

    PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU 2014 / 2015

    Memperhatikan visi SMA Budi Utomo yakni ; Mewujudkan sekolah unggul menghasilkan SDM yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur, berprestasi, berdaya saing, berbudaya dan berwawasan lingkungan, serta usulan dari sebagian orang tua siswa, agar para putra-putrinya dapat menjadi Generasi muda profesional religius yang memiliki ketaqwaan yang tinggi /menjadi mubaligh – mubalighoh ( Spiritual Quotient ), memiliki daya juang , akhlakul karimah, tobiat luhur, mampu bekerja sama ( Emotional Quotient ), menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ( Inteligence Quotient ) , berkepribadian sukses ( Personal Quotient )  maka SMA Budi Utomo, Tahun Pelajaran 2014/3015 kembali MENERIMA PESERTA DIDIK BARU, meliputi:


    • KELAS UMUM :
      • Pendaftaran dilayani 23 - 26 Juni 2014, ditutup 26 Juni 2014 jam 12.00, 
      • Pengumuman  26 Juni 2014,  jam 14.00
      • Daftar Ulang,   27 - 28 Juni 2014 s/d jam 17.00

    • KELAS KHUSUS.
      • Pendaftaran dilayani 23 - 25 Juni 2014,
      • Pengumuman 26 Juni 2014,   jam 12.00, bagi yang belum lolos seleksi, bisa langsung diterima di kelas umum.
      • Daftar Ulang,  27 - 28 Juni 2014 s/d jam 17.00
    Secara garis besar, ketentuan Program Kelas X Kelas Umum sebagai berikut :

    halaman 2


    ( Untuk memperbesar atau mengambil brosur silakan klik pada gambar )

    Pendaftaran online melalui web www.sma.ypbugama.org

    Keterangan lebih lengkap tentang Kelas khusus bisa menghubungi 
    Bambang Wahyudi, No HP 081 330 330 354

    Senin, 10 Februari 2014

    Kerudung: Antara Kewajiban dan Sekedar Aksesoris

    Kerudung: Antara Kewajiban dan Sekedar Aksesoris


    Oleh: Aldinshah Vijayabwana

    Mana ada Muslimah di dunia ini yang tidak tahu apa itu kerudung, hijab, jilbab. Semua muslimah di belahan dunia manapun pasti mengenal kerudung, yang di Indonesia kita ini disebut jilbab.
    Kerudung ini adalah salah satu pakaian wajib Muslimah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 31:
     “Hendaklah mereka (muslimah) mengulurkan kerudungnya ke dada mereka”.

    Kamis, 06 Februari 2014

    Kisah Nabi Ibrahim AS dan Mukjizatnya - Kisah 25 Nabi Rasul dan Sahabat

    Riwayat Hidup Nabi Ibrahim

    Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S. Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama "Faddam A'ram" dalam kerajaan "Babylon" yang pd waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama "Namrud bin Kan'aan."

    Kerajaan Babylon pd masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang mahupun pandangan serta saranan-saranan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mrk.Akan tetapi tingkatan hidup rohani mrk masih berada di tingkat jahiliyah. Mrk tidak mengenal Tuhan Pencipta mereka yang telah memberi karunia mereka dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mrk adalah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

    Rabu, 05 Februari 2014

    TUNTUNAN BERPAKAIAN DAN BERHIAS YANG BENAR MENURUT ISLAM

    بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


     وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
    Artinya : Alloh berfirman : "dan sesungguhnya engkau (Muhammad) niscaya atas budi pekerti yang agung
    (Surat Al-Qolam ayat 4)
    إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
    Artinya : Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan baiknya budi pekerti
     (adiwayat ahmad)


    Bagi Laki-Laki:
    ·         Berpakakaian rapi, sopan dan benar menurut syariat Islam.[1]
    ·         Tidak boleh memakai kain sutera.[2]
    ·         Tidak memakai celana yang dilubangi/disobek-sobek, ketat dan ditempeli stiker.
    ·         Tidak boleh berpakaian menyerupai wanita.[3]
    ·         Tidak boleh memakai perhiasan emas.[4]
    ·         Tidak mewarnai rambut dengan warna hitam.
    ·         Tidak mewarnai rambut dengan warna yang tidak pantas.
    ·         Memotong rambut dengan rapih.[5]
    ·         Merapihkan kumis.[6]
    ·         Disunahkan memakai minyak wangi.[7]

    Bagi Perempuan :
    ·         Berpakaian rapih, sopan dan benar menurut syariat islam.[8]
    ·         Tidak boleh berpakaian menyerupai laki-laki.[9]
    ·         Tidak boleh memakai rambut palsu dan atau memasangkan.[10]
    ·         Tidak boleh mencukur gundul.[11]
    ·         Tidak boleh memotong rambut kepala sehingga menyerupai laki-laki.[12]
    ·         Tidak boleh mencukur alis.[13]
    ·         Tidak berdandan /bersolek secara berlebihan.
    ·         Tidak boleh memakai wangi-wangian yang semerbak baunya.[14]


    [1] HR. Abu Daud Kitab Al Libar
    Pakaian  bawah tidak dibawah mata kaki (nglembreh)
    [2] HR. Tirmidzi Kitab Al Libas
    [3] HR. Bukhori Kitab Al Libas
    [4] HR. Tirmidzi Kitab Al Libas
    [5] HR. Abu Daud Kitab At-Tarojjil
    [6] HR. Bukhori Kitab Al Libas dan HR. Muslim Kitab At-Thoharoh
    [7] HR. Abu Daud Kitab At-Tarojjil
    [8] QS. An-Nur ayat31, QS. Al Ahzab ayat59, HR.Muslim Kitab Al-Libas dan HR. Abu Daud Kitab Al-Libas
    Berkerudung hingga menutup leher dan dada, pakaian atas: lengan panjang sampai menutup pergelangan tangan. Pakaian bawah: menutup mata kaki (nglembreh). Pakaian tidak boleh ketat, tipis/transparan.
    [9] HR. Bukhori Kitab Al-Libas
    [10] HR. Bukhori Kitab Al-Libas
    [11] HR. Nasa’I Kitab Az-Zinah
    [12] HR. Bukhori Kitab Al-Libas
    [13] HR. Bukhori Kitab Al Libas
    - See more at: http://www.ldiijember.info/2011/01/tuntunan-bertata-krama.html#sthash.b5GKSJIi.dpuf

    Senin, 03 Februari 2014

    PD Muhammadiyah Surabaya Keliling Ponpes LDII di Jawa Timur

    Sesi foto bersama pengurus DPD LDII kota Surabaya dengan PD Muhammadiyah kota Surabaya di depan kantor DPD LDII kota Surabaya
    Sesi foto bersama pengurus DPD LDII kota Surabaya dengan PD Muhammadiyah kota Surabaya di depan kantor DPD LDII kota Surabaya
    Hari Rabu (11/12/13) merupakan moment penting bagi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kota Surabaya, pasalnya pengurus DPD LDII kota Surabaya kehadiran tamu kehormatan dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah kota Surabaya.  Silaturrahim ini merupakan tidak lanjut dari pengurus DPD LDII kota Surabaya yang sebelumnya berkunjung ke kantor PD Muhammadiyah kota Surabaya. Selain itu, PD Muhammadiyah kota Surabaya akan mengunjungi beberapa pondok pesantren LDII yang berada di Jawa Timur, diantaranya Pondok pesantren Wali Barokah Kediri, Bumi Perkemahan Wonosalam jombang dan Pondok pesantren Gading Mangu Jombang.

    Kamis, 30 Januari 2014

    Foto-foto Inspirasi : Indahnya Sholat

    Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 
    (Q.S At Taubah 71)

    Rabu, 22 Januari 2014

    DAJJAL DAN YA’JUJ WA-MA’JUJ


    Kata Dajjal tak tertera dalam Al-Qur’an, tetapi dalam Hadits sahih diterangkan, bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi melindungi orang dari fitnahnya Dajjal, jadi menurut Hadits ini, Al-Quran memberi isyarat siapakah Dajjal itu. Mengenai hal ini diterangkan dalam Kitab Hadits yang amat sahih sebagai berikut:

    “Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari
    (fitnahnya) Dajjal.”

    “Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal.”
    Boleh jadi, dalam menyebut sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir, itu yang dituju ialah seluruh surat Al-Kahfi yang melukiskan ancaman Nasrani yang beraspek dua, yang satu bersifat keagamaan, dan yang lain bersifat keduniaan. Bacalah sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi, anda akan melihat seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan dalam dua tempat itu adalah ummat Nasrani.

    Selasa, 21 Januari 2014

    Bersegeralah Beramal Sholeh Sebelum Datang Musibah


    “Bersegeralah melakukan kebaikan sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.” Inilah satu hadits yang akan kita kaji di kesempatan  ini.

    Senin, 20 Januari 2014

    Perjalanan Menuju Akhirat


    Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan.
    يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
    Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Qs. Al Fajr: 24)

    Sabtu, 11 Januari 2014

    Kisah Ya’juj dan Ma’juj / Gog dan Magog

    Ya’juj dan Ma’juj, atau dalam agama Kristen dikenal sebagai Gog dan Magog, adalah dua suku yang tetutup Radma, demikian istilah dalam Al-Quran. Radma adalah dinding kuat yang terbuat dari campuran besi dan timah. Dinding itu dibuat oleh Raja Dzul-Qornain atas petunjuk pendampingnya, Nabi Khadhir AS.

    7 Ayah Terkeren dalam Al Quran


    father-son-stormtrooper-www.wired.com
    Umumnya dari kita mengetahui bahwa pada tanggal 22 Desember merupakan Hari Ibu. Banyak orang melakukan berbagai cara untuk menghormati jasa wanita yang melahirkan mereka. Tahukah Anda kapan Hari Ayah? Hari Ayah di Indonesia dirayakan pada 12 November setiap tahunnya.
    Untuk memperingati jasa-jasa ayah, inilah deretan ayah terkeren dalam Islam. Semoga para warga LDII bisa mengambil pelajaran dari mereka.

    Kamis, 09 Januari 2014

    KEUTAMAAN MENGERJAKAN SHOLAT DHUHA , PEMBUKA PINTU REZEKI

                    
    Hadits Rasulullah Muhammad saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di                             antaranya:

    a.     Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
    Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

    Jumat, 03 Januari 2014

    Anak adalah tambang emas bagi orang tua

         Anak adalah tambang emas bagi orang tua
    Semua orang tua yang berakal sehat pasti berharap anak-anaknya kelak menjadi anak yang sholih dan sholihah serta sukses dalam segala hal baik urusan dunia maupun akhirat. Sebab salah satu kebahagiaan manusia adalah manakala mempunyai anak yang sholih dan sholihah. Sebagaimana sabda Nabi SAW :

      
    أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْءِ أَنْ تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً وَأَوْلاَدُهُ أَبْرَاراً وَخُلَطَاؤُهُ صَالِحِيْنَ وَأَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِى بَلَدِهِ (رواه ابن عساكر)

    Artinya: Ada empat hal yang merupakan kebahagiaan seseorang, yaitu: Bila mempunyai istri yang sholihah, anak-anaknya baik-baik, teman bergaulnya orang-orang yang sholih dan rizqinya ada di negaranya sendiri

    Bahwa ungkapan “Anak adalah tambang emas bagi orang tua”, tidaklah berlebihan. Sebab anak yang sholih akan mengangkat derajat orang tua baik di dunia maupun di akhirat. Sudah menjadi suatu tradisi yang sangat melekat di masyarakat, bahwa apapun yang dilakukan oleh seorang anak maka selalu ditanyakan, siapakah orang tuanya? Orang tua pasti merasa bangga, manakala anaknya disebut prestasi baiknya dengan menyabutkan orang tuanya. Hal ini pernah dikisahkan dalam Al hadits:

    عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ r قَالَ إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةً لاَ يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَهِىَ مَثَلُ الْمُسْلِمِ حَدِّثُونِى مَا هِىَ فَوَقَعَ النَّاسُ فِى شَجَرِ الْبَادِيَةِ وَوَقَعَ فِى نَفْسِى أَنَّهَا النَّخْلَةُ قَالَ عَبْدُ اللهِ فَاسْتَحْيَيْتُ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ أَخْبِرْنَا بِهَا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ r هِىَ النَّخْلَةُ قَالَ عَبْدُ اللهِ فَحَدَّثْتُ أَبِى بِمَا وَقَعَ فِى نَفْسِى فَقَالَ لأَنْ تَكُونَ قُلْتَهَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ يَكُونَ لِى كَذَا وَكَذَا.
    (رواه  البخارى فى كتاب العلم)

    Artinya: Dari Abdillah bin Umar, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya dari pepohonan ada suatu pohon yang tidak gugur daunnya, dan pohon itu adalah sebagai perumpamaan orang Islam. Ceritakanlah kepadaku, pohon apakah itu? Maka manusia berpikir pada pepohonan hutan, dan aku berpikir dalam hatiku, sesungguhnya pohon itu adalah korma. Abdullah berkata: maka aku malu (untuk mengatakan). Mereka berkata: Wahai Rasulullah, ceritakanlah pada kami tentang pohon itu. Maka Rasulullah SAW bersabda bahwa pohon itu adalah korma. Abdullah berkata: Maka aku ceritakan (hal itu) kepada bapakku tentang apa yang ada dalam hatiku, maka bapak berkata: Niscaya jika engkau katakan pohon itu, maka lebih menyenangkan padaku dari pada aku punya ini dan ini (harta yang berharga)

    Jumat, 27 Desember 2013

    Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak

    1.    Mengutamakan Pendidikan Agama
    Ayah-bunda yang saya muliakan, utamakanlah pendidikan agama untuk anak-anak kita. Bukan berarti mengesampingkan ilmu dunia, namun yang perlu kita ingat kembali ilmu apa yang seharusnya jadi prioritas untuk kita ajarkan dan dimiliki oleh anak. Sebagaimana diriwayatkan dalam Al-Hadits, Rasulullah SAW bersabda :
    الْعِلْمُ ثَلاَثَةٌ وَمَا سِوَى ذٰلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ آيَةٌ مُحْكَمَةٌ أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ أَوْ فَرِيْضَةٌ عَادِلَةٌ (رواه أبو داود في كتاب الفرائض )
    Ilmu (yang wajib dicari) ada tiga, selainnya adalah kefadlolan (tambahan) yaitu: ayat yang dijadikan hukum (Al-Qur`an), sunnah yang tegak (Al-Hadits) dan ilmu pembagian waris yang adil.
    Oleh karena itu, Ayah-bunda yang bijaksana, jangan sampai anak-anak kita pandai dalam ilmu duniawi namun lemah dalam ilmu akhirat. Terlebih Allah SWT tidak menyukainya, sebagaimana Sabda Rasulullaah SAW :
    إِنَّ اللهَ تَعاَلىَ يُبْغِضُ كُلَّ عاَلِمٍ باِلدُّنْياَ جاَهِلٍ باِلآخِرَةِ (رواه الحاكم في تاريخه والديلمي صحيح)
    Sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur murka pada tiap-tiap orang yang pandai ilmu dunia yang bodoh dalam ilmu akhirat
    Adapun dalam mengutamakan pendidikan agama, yang harus dilakukan orang tua kepada anaknya, antara lain : 

    a.  Memantapkan Akidahnya (Keimanannya)
    Iman kepada Allah, iman kepada Malaikat-malaikat Allah, Kitab-kitab Allah, Rasul-rasul Allah, iman kepada hari akhir, iman kepada qodar baik maupun buruk semua dari Allah, adalah merupakan akidah yang benar sebagai modal dasar bagi anak dalam mengarungi kehidupannya. Tanpa akidah yang kuat, anak tidak akan mampu memagari dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif. Dengan akidah yang kuat, ketahanan keimanan anak juga akan kuat. Oleh karena itu dari sejak kecil orang tua sudah harus mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah dan cinta kepada orang-orang yang shalih, senang dengan kisah-kisah teladan para Nabi, Shahabat Nabi dan Ulama` shalih, serta senang mendatangi majlis ilmu. Orang tua itu ibarat arsitek yang seharusnya memiliki rencana dan strategi ke depan anaknya mau dijadikan seperti apa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
    كُلُّ إِنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَى الْفِطْرَةِ وَأَبَوَاهُ بَعْدُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ فَإِنْ كَانَا مُسْلِمَيْنِ فَمُسْلِمٌ … الحديث (رواه مسلم في كتاب القدر)
    Tiap-tiap manusia dilahirkan oleh ibunya atas fithroh (bersih dari dosa), kemudian setelah itu kedua orang tuanya lah yang menjadikan anak itu yahudi, nashroni atau majusi. Jika kedua orang tuanya islam, maka seharusnya anaknya juga islam
    Tentu semua orang tua inginkan anaknya jadi anak yang sukses, bahagia dunia-akhirat. Mayoritas orang tua menganggap hal terpenting saat ini adalah memikirkan masa depan anak. Anak harus jadi dokter, tentara, polisi, pejabat dan berbagai profesi duniawi lainnya. Hal ini tidak salah, hanya saja seandainya orang tua tahu, dengan dibekali akidah sejak kecil, saat dewasa nanti bukan hanya jadi dokter, melainkan juga jadi dokter yang alim dan berjiwa penyayang; bukan hanya jadi tentara dan polisi, melainkan juga jadi tentara dan polisi yang alim dan berakhlak mulia; bukan hanya jadi pejabat, tapi juga jadi pejabat yang alim, jujur dan amanah. Otomatis jika anak sudah di tanamkan akidah dari kecil, sebagai anak yang shalih dan shalihah akan membalas budi baik dan membahagiakan orang tuanya di dunia sampai akhirat. Terlebih Allah SWT sudah memberi gambaran keutamaan memiliki anak-anak yang shalih dan shalihah. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT :
    وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيـْمَانٍ أَلْـحَقْنَا بِـهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ (سورة الطور 21)
    Dan orang-orang yang beriman dan anak-anaknya mengikuti mereka dengan keimanan, maka Kami akan menyusulkan anak turun mereka kepada derajat mereka di surga. Dan Kami tidak mengurangi pahala anak mereka (orang tua) sedikit pun. Setiap orang digadaikan dengan perbuatannya.
    Dan Sabda Rasulullah SAW :
    أَنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ أَنَّى هٰذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَـارِ وَلَدِكَ لَكَ (رواه ابن ماجه في كتاب الأدب ، قال الشيخ الألباني: حسن)
    Sesungguhnya seorang laki-laki niscaya diangkat derajatnya di surga, maka dia bertanya, ”Bagaimana ini?” Maka dijawab, ”Sebab permohonan ampunan anakmu bagimu.”
    إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم في كتاب الوصية)
    Ketika manusia telah meninggal, maka putuslah semua amalannya kecuali tiga perkara: shadaqah yang mengalir, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya.

    b. Memperbaiki Akhlaknya
    Sebagaimana akidah, pembinaan akhlak juga harus dilakukan sejak masa kanak-kanak. Tentu saja, pembimbing utamanya adalah orang tua. Oleh karena itu orang tua hendaknya menyadari pengaruh keberadaan dan tingkah laku mereka terhadap perkembangan akhlak anak mereka. Ingat! Orang tua adalah yang pertama kali mengajarkan bagaimana anak berbicara dan bersikap. Orang tua adalah yang pertama dicontoh oleh anak dalam berperilaku. Akhlak dari anak bergantung bagaimana orang tua menyiapkan dan menanamkannya. Jangan sampai orang tua hanya menyalahkan lingkungan. Memang lingkungan sangat memengaruhi anak, terutama saat remaja, hanya saja jika dari sejak kecil anak sudah berada di bawah pengawasan dan dapatkan bimbingan dari orang tua, maka saat remaja anak akan lebih mudah diarahkan

    c. Rajinkan Ibadahnya
    Setelah akidah dan akhlak anak kuat, orang tua selanjutnya menekankan pada aspek ibadah. Terlebih dalam hal ibadah ini yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah shalat. Sebagaimana dicontohkan Firman Allah dalam Al-Qur’an ketika Luqman menasehati anaknya tentang shalat :
    يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ(سورة لقمان 17)
    Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk tetapnya perkara.
    Bahkan Rasulullaah SAW sendiri mengingatkan orang tua untuk mengajari anaknya shalat, sebagaimana Sabda Rasulullaah SAW :
    مُرُوا الصَّبِىَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا (رواه أبو داود – حسن صحيح)
    Perintahlah anak kecil untuk (mengerjakan) shalat ketika telah berumur 7 tahun, dan ketika telah berumur 10 tahun maka pukullah dia karena meninggalkan shalat.

    Selain mengajarkan dan memperhatikan ibadah shalat dan ibadah wajib lainnya, orang tua hendaknya juga mengajarkan anak untuk mencintai dan menjalani sunnah Rasulullah, menanamkan kecintaan untuk membaca Al-Qur’an, hobi mengaji, senang mendengarkan nasehat, termasuk juga senang bersedekah dan membantu orang lain. Sekali lagi, orang tua juga harus memberikan contoh dan disiplinkan ibadahnya terlebih dahulu.
    2.    Tidak Membiarkan Anak Berkembang Sendirian
    Ayah-bunda yang saya banggakan, saat ini ada orang tua yang salah dalam mempraktekkan ilmu psikologi / parenting skill, dimana banyak buku, banyak pembicara yang mengatakan “biarkan anak kita memilih jalan hidupnya sendiri”. Kalau anak-anak bisa memilih jalan hidupnya sendiri apa bedanya kita dengan binatang? Justru anak manusia diberikan Allah SWT kepada kita, untuk dibimbing dan diarahkan.
    Dalam urusan dunia memang sebaiknya orang tua mengarahkan (bukan membiarkan) anak untuk berkembang sesuai minat bakatnya, orang tua tidak bisa memaksakan kehendak. Contoh: Punya anak laki-laki dari kecil senang otak-atik motor, kemudian orang tuanya mengarahkan ke jurusan otomotif bukan jurusan tata-boga. Sedangkan dalam urusan akhirat tidak bisa ditawar lagi, apapun minat bakat anak, semua berkewajiban untuk ibadah.
    Tidak semua apa yang dijelaskan dalam ilmu psikologi itu selalu tepat, terlebih kita sebagai umat Islam harus pandai menyaring, mana yang bisa kita pergunakan. Orang tua punya kewajiban dalam mendampingi dan mengarahkan anak-anaknya, karena kelak kita sebagi orang tua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, sebagaimana Sabda Rasulullaah SAW :
    ... وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْهُمْ  (رواه مسلم في كتاب الإمارة)
    Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarga dan akan ditanya tentang mereka, begitupula seorang perempuan (istri) adalah pemimpin/penjaga atas rumah suaminya dan anak suaminya  dan dia akan ditanya tentang mereka.
    3.    Membiayai Pendidikan
    Ayah-bunda yang saya sayangi, anak adalah aset bagi orang tua, anak adalah investasi berharga bagi orang tua. Oleh karena itu agar anak-anak kita bisa berhasil dunia-akhiratnya dibutuhkan dukungan biaya. Yang perlu ayah-bunda ketahui, pembiayaan pendidikan disini bukan hanya serta merta pendidikan duniawi saja (sekolah), melainkan dukungan biaya dalam hal pendidikan agama harus lebih diperhatikan. Misalnya saja : membelikan kitab (Al-Qur’an dan Al-Hadits) untuk anaknya, membelikan perlengkapan mengaji, membelikan alat-alat ibadah, termasuk bagi yang diberi kemampuan finansial lebih bisa ikut shodaqoh, membantu peningkatan sarana-prasarana di tempat anaknya mengaji.
    4.    Meluangkan waktu
    Ayah-bunda yang saya cintai, perhatian orang tua kepada anaknya tidaklah hanya serta-merta berupa materi melainkan orang tua bisa luangkan waktunya untuk anak dan keluarganya. Apalah artinya bekerja dari pagi sampai malam, jika pada akhirnya waktu berkumpul bersama anak dan keluarga tidak ada.
    Meluangkan waktu disini tidak harus sehari penuh, 1 jam yang bermanfaat dan berkualitas itu lebih baik daripada berjam-jam yang tidak bermanfaat. Meluangkan waktu disini bisa dimanfaatkan untuk ajari anak mengaji, nasehat, bermusyawarah keluarga, bertanya tentang kegiatan anak sehari-hari, bercengkrama, bermain bersama. Kelak anak akan bersyukur jika memiliki orang tua yang banyak meluangkan waktu untuk bersama dan mendidik anaknya.
    5.    Membangun Komunikasi dengan Guru

    Ayah-Bunda yang budiman, selanjutnya dalam rangka perhatian kita kepada pendidikan anak-anak kita, komunikasi dengan guru sangat dibutuhkan. Sebagai orang tua hendaknya terbuka kepada guru tentang kondisi anaknya, agar guru dapat perlakukan anak sesuai dengan kondisinya. Begitu pula orang tua hendaknya syukuri informasi yang didapatkan dari guru tentang anaknya, apabila guru melaporkan perkembangan yang tidak baik, orang tua hendaknya tidak merasa dijatuhkan, dijelek-jelekkan, justru malah disyukuri terlebih dulu berarti masih ada kesempatan untuk membina dan merubah anaknya menjadi lebih baik. 
    sumber : Psikologi mengaji, Mas Akmaludin Akbar

    “Menjadi Pondok Pesantren Yang berkemampuan global dalam dakwah Islam sehingga mendorong Umat Islam dan umat manusia pada umumnya memiliki kehidupan Yang sejahtera berbasis agama, kejujuran, amanah, hemat dan kerja keras, rukun,kompak serta dapat bekerjasama dengan baik”.