Tampilkan postingan dengan label reuni alumni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reuni alumni. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 April 2013
Permata (Perkemahan Akhir Tahun) CAI 2013
Permata (Perkemahan Akhir Tahun) CAI atau Cinta Alam Indonesia ke 34 kembali digelar dibumi perkemahan Kosambiwojo Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan rutin untuk mengisi liburan sekolah bagi pelajar, santri dan mahasiswa ini, diikuti 1200 peserta dari seluruh Indonesia, juga seluruh santri dari Pondok Pesantren Gadingmangu Perak Jombang. Permata CAI ke XXXIV digelar mulai 1 Juli hingga 4 Juli 2013.
Jumat, 29 Maret 2013
Jumat, 22 Maret 2013
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMA BUDI UTOMO 2013 / 2014
Memperhatikan visi SMA Budi Utomo yakni ; Mewujudkan
sekolah unggul menghasilkan SDM yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur,
berprestasi, berdaya saing, berbudaya dan berwawasan lingkungan, serta usulan dari sebagian
orang tua siswa, agar para putra-putrinya dapat menjadi Generasi muda profesional
religius yang
memiliki ketaqwaan yang tinggi /menjadi mubaligh – mubalighoh ( Spiritual Quotient ), memiliki daya juang , akhlakul
karimah, tobiat luhur, mampu bekerja sama ( Emotional
Quotient ), menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ( Inteligence Quotient ) , berkepribadian
sukses ( Personal Quotient ) maka SMA Budi Utomo, Tahun Pelajaran 2013/3014 kembali MENERIMA PESERTA DIDIK BARU, meliputi:
Catatan Penting :
- KELAS UMUM :
- Pendaftaran dilayani 1 - 7 Juli 2013, ditutup 7 Juli 2013 jam 12.00,
- Pengumuman 7 Juli 2013, jam 14.00
- Daftar Ulang, 7 - 8 Juli 2013 s/d jam 17.00
- KELAS KHUSUS.
- Pendaftaran dilayani 1 - 5 Juli 2013,
- Pengumuman 7 Juli 2013, jam 12.00, bagi yang belum lolos seleksi, bisa langsung diterima di kelas umum.
- Daftar Ulang, 7 - 8 Juli 2013 s/d jam 17.00
halaman2
Untuk kelancaran pendaftaran Bapak Ibu, MULAI HARI INI bisa membayar biaya sekolah sesuai dengan jumlah di atas melalui:
Rekening Sekolah 3654.01.002244.53.3 BRI Unit Perak a.n. Anton Abd. Rahman,S.Pd.
Berkas pendaftaran bisa MULAI HARI INI dikirim ke sekolah atau melalui email ppdb2013smabu@gmail.com
Keterangan lebih lengkap tentang Kelas khusus bisa menghubungi Bapak Totok Musafir, S.Pd dengan nomor HP 081 939 860 212 atau Bambang Wahyudi, No HP 081 330 330 354
Catatan Penting :
- SEMUA SISWA / PESERTA DIDIK BARU MULAI MASUK SEKOLAH HARI SELASA 9 JULI 2013, KEGIATAN PEMBINAAN / PENDALAMAN MATERI AGAMA,
- MASA ORIENTASI SEKOLAH, 15 - 17 JULI 2013.
Rabu, 27 Februari 2013
MUHIBAH MUI PROPINSI KALSEL
Hari Minggu, 24 Februari 2013, Suasana begitu dinamis , hidup penuh antusias menerima dan mengikuti acara tausyiah sehabis sholat Maghrib di Masjid Luhur Nurhasan, yang disampaikan oleh Prof. DR.H. Karyono Ibnu Ahmad, Komisi Dakwah MUI Propinsi Kalimantan Selatan, dengan tema memaksimalkan semua potensi yang dimiliki dalam membangun generasi muda, sebagai calon pemimpin bangsa, Dengan berbagai contoh kongkrit, beliau menyampaikan trik menjadi pemuda yang sukses, yang berhasil meraih prestasi. Beliau disampiang seorang dai, beliau juga ahli di bidang psikologi perkembangan anak, maka perpaduan antara penguasaan psikologi dan spiritual menjadi bumbu yang sangat sedap dalam menyajikan menu tausyiah. Kepiawaian dalam bermain senam otak, membuat hadirin kagum dan mengikuti dengan penuh antusias.
Tausyiah merupakan salah satu rangkaian muhibah MUI Propinsi Kalsel di Jawa Timur, disamping acara taaruf dan bersama - sama membangun umat. Dalam kata sambutannya, Bapak KH Husin Naparin,LC , setelah mengenalkan anggota rombongannya yang berjumlah 18 orang dari unsur MUI dan Kemenag, siap bersama LDII untuk bersama sama membina umat yang ada di Propinsi Kalimantan Selatan. . Rombongan tamu datang di Gading, jam 15.00 di sambut oleh Bapak Kyai Ahmad Fathoni beserta jajaranya, setelah ramah tamah disajikan profil pondok, dan diakhiri dengan saling bertukar cindera mata.
Rombongan tamu MUI Propinsi Kalimantan Selatan yang hadir di Pondok Pesantren Gadingmangu:
Tausyiah merupakan salah satu rangkaian muhibah MUI Propinsi Kalsel di Jawa Timur, disamping acara taaruf dan bersama - sama membangun umat. Dalam kata sambutannya, Bapak KH Husin Naparin,LC , setelah mengenalkan anggota rombongannya yang berjumlah 18 orang dari unsur MUI dan Kemenag, siap bersama LDII untuk bersama sama membina umat yang ada di Propinsi Kalimantan Selatan. . Rombongan tamu datang di Gading, jam 15.00 di sambut oleh Bapak Kyai Ahmad Fathoni beserta jajaranya, setelah ramah tamah disajikan profil pondok, dan diakhiri dengan saling bertukar cindera mata.
Rombongan tamu MUI Propinsi Kalimantan Selatan yang hadir di Pondok Pesantren Gadingmangu:
- KH. Husin Naparin,Lc, Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Kalsel,
- DR. H. Fadhly Mansoer, Sekretaris Umum MUI Provinsi Kalsel,
- Drs. KH. Tabrani Basri, Komisi Dakwah MUI Provinsi Kalsel,
- Prof. DR. KH. Yusran Salman, Ketua Bidang Dakwah MUI Provinsi Kalsel,
- Drs. KH. Rusdiyansyah Asnawi,SH, Ketua Bidang Fatwa MUI Provinsi Kalsel,
- DR. H. Ridhani Fitzi,M.Pd Bidang Pendidikan MUI Provinsi Kalsel,
- Drs. Haji Napiah Muhja, Ketua MUI Kota Banjarbaru.
- Drs. H. Murjani Sani, M. Ag, Ketua MUI Kota Banjarmasin,
- Drs. H.M. Tambrin, M.Pd, Kepala Kemenag Tanah Laut,
- Drs. Abdul Basith,MM Kepala Kemenag Tanah Bumbu,
- Drs. H.M. Adenan, MA Komisi Fatwa MUI Provinsi Kalsel,
- DR. H. Karli Hanafi, SH, MH, komisi Perekonomian MUI Provinsi Kalsel,
- H. Kamarul Hidayat, Komisi Infokom MUI Provinsi Kalsel,
- DR. H. Karyono Ibnu Ahmad, Komisi Dakwah MUI Provinsi Kalsel,
- H. Zakie Manie MUI Provinsi Kalsel,
- H. M. Safwan Mas’udi, S, Sos I Staf MUI Provinsi Kalsel,
- Drs. Ma’ruf, Staff MUI Provinsi Kalsel,
- Ir. H. M. Darban,B. Sc, MM, Ketua DPW LDII Provinsi Kalimantan Selatan,
- Budiono, S,STP,M.Si, Sekretaris DPW LDII Provinsi Kalimantan Selatan,
- Drs. H. Djarod, Dewan Penasehat DPV LDII Provinsi Kalsel,
- H. Ahmad Kusnan,S.Pd, Wakil Ketua DPD LDII Kota Banjarbaru,
- Guntur Fakhturachman, Ketua DPD LDII Kab. Tanah Laut,
- M. Ilham, S.Pd, Ketua DPD LDII Kab. Tanah Bumbu,
- Drs. Heru R Setiawan, Sekretaris DPD LDII Kab. Kotabaru
Senin, 18 Februari 2013
KUNJUNGAN ULAMA JOGJA
Ribuan santri larut dalam suasana khidmat diselingi tertawa
lepas saat mendengarkan tausyiah yang disampaikan oleh al ustad H.
Iskanto AR,S.Ag Ketua FKUB Kab. Gunung Kidul DI Yogyakarta, saat
bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Gadingmangu, hari Minggu 17 Februari 2013.
Tema yang dibawakan cukup menggelitik, modal utama jadi pemimpin itu PKB ,
yaitu Pinter, Kober lan Bener.
Labels:
etika dakwah,
gadingmangu,
gama,
LDII,
masjid luhur,
mencari ilmu,
mti gadingmangu,
nur hasan,
PONDOK PESANTREN GADINGMANGU,
PONPES GAMA,
profil ponpes,
reuni alumni,
sukses
Mutiara Rumah Tangga(Nasehat Perkawinan)
7 Mutiara Menuju
Kebahagiaan Rumah Tangga(Nasehat Perkawinan)
oleh Catatan Catatan Islami pada 12 Juli 2010
pukul 17:20 ·
ومن أياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لت
سكونوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذالك لأيات لقوم يتفكرون ( الروم /
21
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Rum ayat 21]
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Rum ayat 21]
Kamis, 27 Januari 2011
Kisah Inspiratif: Maafkanlah Aku Ibu....
Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apa pun yang
kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita
melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat
balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi
negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa
keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman
pribadi yang terjadi pada 2003.
Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah
sakit di Jakarta . Sudah tiga pekan para dokter belum mampu
mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan.
Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah
terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang
tersambung ke sebuah layar monitor.
Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya.
Dokter berkata, "Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu".
Saya pun menjawab "Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap
pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta
izin saya"
Dokter itu menjawab "Karena obat yang ini mahal Pak Jamil."
"Memang harganya berapa dok?" Tanya saya.
Dokter itu dengan mantap menjawab "Dua belas juta rupiah sekali
suntik."
"Haahh 12 juta rupiah Dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok?"
Dokter itu menjawab, "Sehari tiga kali suntik pak Jamil."
Setelah menarik napas panjang saya berkata, "Berarti satu hari tiga
puluh enam juta, Dok?" Saat itu butiran air bening mengalir di pipi.
Dengan suara bergetar saya berkata, "Dokter tolong usahakan sekali
lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada
Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan."
"Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta
bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa
kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat
karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba
satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti
obatnya, Ppak." jawab dokter.
Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat
ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, "Ya Allah Ya
Tuhanku... aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-
Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan
Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah
aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku... gerangan keburukan
apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit
isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan
pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha
Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk.
Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada
Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan
istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini."
Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan
kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam
keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya
sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri
mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75
saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.
Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata
berkata, "Pokoknya yang ngambil uangku kualat... yang ngambil uangku
kualat..." Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh
ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku
bahwa sayalah yang mengambil uang itu.
Usai berdoa saya merenung, "Jangan-jangan inilah hukum alam dan
ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya
akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah
penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan
mengambil uang yang ia miliki itu."
Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana
ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan
menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu
saya "Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus
dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?"
"Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil,
duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-
teganya ada yang ngambil," jawab ibu saya dari balik telepon.
Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata
mengalir di pipi.
Sambil terbata saya berkata, "Ibu, maafkan saya... yang ngambil uang
itu saya, bu... saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf... saat
nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama
ibu." Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik
telepon saya dengar ibu saya berkata: "Ya Tuhan, pernyataanku aku
cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata
yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin
dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh." Setelah memastikan bahwa
ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan
memohon doa darinya.
Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan
sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata "Selamat
pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu
telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan
operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu." Bulu kuduk saya
merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya
berkata. "Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan
dokter."
Saya meninggalkan ruangan dokter itu.... dengan berbisik pada diri
sendiri "Ibu, I miss you so much."
Dikutip dari Jamil Azzaini, Senior Trainer dan penulis buku Kubik
Leadership: Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.
kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita
melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat
balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi
negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa
keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman
pribadi yang terjadi pada 2003.
Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah
sakit di Jakarta . Sudah tiga pekan para dokter belum mampu
mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan.
Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah
terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang
tersambung ke sebuah layar monitor.
Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya.
Dokter berkata, "Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu".
Saya pun menjawab "Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap
pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta
izin saya"
Dokter itu menjawab "Karena obat yang ini mahal Pak Jamil."
"Memang harganya berapa dok?" Tanya saya.
Dokter itu dengan mantap menjawab "Dua belas juta rupiah sekali
suntik."
"Haahh 12 juta rupiah Dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok?"
Dokter itu menjawab, "Sehari tiga kali suntik pak Jamil."
Setelah menarik napas panjang saya berkata, "Berarti satu hari tiga
puluh enam juta, Dok?" Saat itu butiran air bening mengalir di pipi.
Dengan suara bergetar saya berkata, "Dokter tolong usahakan sekali
lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada
Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan."
"Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta
bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa
kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat
karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba
satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti
obatnya, Ppak." jawab dokter.
Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat
ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, "Ya Allah Ya
Tuhanku... aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-
Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan
Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah
aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku... gerangan keburukan
apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit
isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan
pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha
Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk.
Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada
Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan
istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini."
Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan
kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam
keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya
sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri
mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75
saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.
Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata
berkata, "Pokoknya yang ngambil uangku kualat... yang ngambil uangku
kualat..." Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh
ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku
bahwa sayalah yang mengambil uang itu.
Usai berdoa saya merenung, "Jangan-jangan inilah hukum alam dan
ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya
akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah
penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan
mengambil uang yang ia miliki itu."
Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana
ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan
menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu
saya "Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus
dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?"
"Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil,
duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-
teganya ada yang ngambil," jawab ibu saya dari balik telepon.
Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata
mengalir di pipi.
Sambil terbata saya berkata, "Ibu, maafkan saya... yang ngambil uang
itu saya, bu... saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf... saat
nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama
ibu." Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik
telepon saya dengar ibu saya berkata: "Ya Tuhan, pernyataanku aku
cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata
yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin
dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh." Setelah memastikan bahwa
ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan
memohon doa darinya.
Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan
sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata "Selamat
pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu
telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan
operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu." Bulu kuduk saya
merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya
berkata. "Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan
dokter."
Saya meninggalkan ruangan dokter itu.... dengan berbisik pada diri
sendiri "Ibu, I miss you so much."
Dikutip dari Jamil Azzaini, Senior Trainer dan penulis buku Kubik
Leadership: Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.
Rabu, 09 Juni 2010
Reuni Akbar Alumni Budi Utomo
Tepuk tangan meriah senantiasa bergema di ruang Aula Mashur, tempat berlangsungnya Reuni Akbar Budi utomo 2010 pada tanggal 5 Juni 2010. ketika pembawa acara Dondee Herbowo didampingi Novi Antoni membuka acara dengan begitu kocak, Sambutan ketua Panitia ( M. Ridho Wibowo ) memberikan nuansa berbeda bercerita lika liku perjuangannya merintis usaha lewat facebook, SMS menggalang teman-temannya sehingga terlaksananya reuni, Ketua Yayasan ( H.Nurhadi ) menyampaikan pesan tentang pentingnya pembinaan generasi muda sebagai pemimpin masa depan.
Langganan:
Postingan (Atom)







